Kisah Haru Istri Datang dalam Acara Pernikahan Kedua Suami

Sebagian besar istri tidak bersedia menikah lagi setelah ditinggal suami pertama. Namun berbeda dengan suami yang ditinggal oleh seorang istri, kebanyakan mereka akan menikah kembali. Di sinilah perbedaan seorang suami dan istri.

Banyak kita jumpai wanita yang diceraikan atau ditinggal suami enggan menikah lagi dan memutuskan untuk merawat dan membesarkan anak mereka seorang diri. Ibu mampu menjadi ayah, tapi ayah tak akan mampu menjadi seorang ibu. Dalam sebuah rumah tangga, tak ada yang mampu menggantikan peran ibu. Lalu bagaimana dengan wanita yang masih menghormati suami kala suami telah meninggalkannya?

Berlokasi di Arab Saudi, seorang suami kaget melihat kedatangan sang mantan istri dalam pernikahan keduanya. Tanpa pikir panjang sang mantan istri datang bersama anaknya membawakan sebuah hadiah berupa iphone 6 dan parfum.

Hamdan Al Shamrani bertempat tinggal di kota Selatan Baha. Ia mengaku amat terkejut mengetahui kedatangan sang istri yang tak terlintas sama sekali di pikirannya.

“Istri pertama saya telah memberi contoh cinta, kesatuan keluarga dan loyalitas. Saya bangga padanya.” Kata Hamdan dalam laporan surat kabar Al Madina dikutip Emirates 24/7, Selasa 24 Maret 2015.

Kisah mengharukan ini bukan menjadi pujian bagi netizen, justru sebaliknya. Banyak yang berkomentar miring. Bahkan ada salah seorang istri yang mengatakan, “Kalau suami saya menikah lagi, saya akan mengiriminya bahan peledak TNT di lokasi pernikahan.”

Sementara wanita yang lain menilai Hamdan mengerikan. Ia sosok suami yang mengerikan. Penilaian orang ternyata jauh berbeda dengan penilaian istri pertama Hamdan yang mengaku senang suaminya menikah lagi, sehingga tidak akan lagi berurusan dengannya. “Dia (istri pertama) lega dan bahagia.”

Begitulah sosok istri, memang tak banyak, tapi sebagian besar ketika seorang wanita telah berumah tangga, ia akan menjadi sosok yang bijak menyikapi setiap kondisi.

Dalam buku karya John Gray dikatakan bahwa, “Apabila pria melakukan kesalahan dan merasa malu, menyesal, atau kehilangan muka, ia lebih membutuhkan cinta istrinya. Semakin besar kesalahannya, semakin banyak pula point yang diberikan.”

Lihatlah? Di mana tempat tersandar suami ketika kesulitan? Jawabannya adalah istri, lalu ketika istri melakukan kesalahan, di mana suami akan pergi? Di pelukan wanita lain.

Lalu?

Masih bersedia menikah lagi dan mengabaikan kesetiaan seorang istri?