Berenang dengan Buaya hanya di Safari Water Park

Sejak dibuka untuk umum pada 1986, Taman Safari Indonesia (TSI) yang terletak di kaki Gunung Pangrango, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, bak legenda. Bukan hanya di telinga orang Indonesia, melainkan juga masyarakat dunia.

Direktur Taman Safari Indonesia Frans Manansang mengatakan sebagai lembaga konservasi eks situ dengan predikat terbaik, pihaknya pun terus berinovasi untuk menjadi wahana rekreasi favorit keluarga.

TSI ini memang unik. Tidak bisa disamakan dengan kebun binatang lain. Ada 9 pertunjukan dan 24 wahana permainan yang bisa dinikmati secara gratis di sini. Produk utama TSI iaiah satwa. Aktivitas apa pun di sana selalu didekatkan pada kehidupan satwa. Misalnya, Anda bisa menikmati sensasi berenang bersama buaya di Safari Water Park dengan panorama kaki pegunungan yang asri.

Baca juga : Berwisata Ke Jalan Malioboro

Ini merupakan wahana terbaru TSI. Satu-satunya di Indonesia. Di sana, pengunjung bisa berenang sembari menyaksikan tingkah laku empat buaya muara (Crocodylus porosus) yang berada di kandang kaca setebal 1,5 cm, persis di sebelah kolam. Ada juga linsang atau berang-berang (Aonyx cinerea) yang diletakkan dalam kandang kaca terpisah.

Berenang di dalam Safari Water Park terasa sejuk karena sumber airnya berasal dari Gunung Gede Pangrango dan tidak banyak menggunakan kaporit. Di lahan seluas 2 hektare itu, tersedia lima kolam renang yang lengkap dengan permainan di tiap kolam.

Untuk menikmati fasilitas Safari Water Park, pengunjung cukup membayar Rp20 ribu per orang. Sejumlah pondokan dengan nuansa Afrika bisa disewa seharga Rp50 ribu per jam. Tiket itu belum termasuk harga tanda masuk (HTM) TSI seharga Rp150 ribu untuk orang dewasa dan Rp140 ribu untuk anak-anak di atas satu tahun.

Baca juga : Apartemen Mewah dan Lengkap di Bandung

Selain dekat dan mudah dijangkau dari Jakarta, TSI menjadi wahana rekreasi mendidik bagi anak untuk mengenal beraneka ragam satwa. Di TSI, beberapa satwa tidak dirantai atau dikurung sehingga Anda bisa melihat gerak dan tingkah laku mereka secara bebas di bawah pengawasan petugas. Sejumlah satwa langka yang ditemui antara lain harimau sumatra, gajah sumatra, curik bali, anoa, dan berbagal jenis reptil.

Salah satu spot yang cukup menyedot perhatian pengunjung ialah aksi sejumlah kucing besar, yakni jaguar (Panthera onca), macan tutul salju, dan macan dahan yang ditempatkan dalam kandang kaca terpisah.

Tidak jauh dari kandang macan, Anda bisa menyempatkan diri ke Baby Zoo untuk membelai-belai bayi harimau, singa, dan sebagainya. Sebagai kenang-kenangan, berfotolah dengan bayi satwa langka, cukup membeli karcis seharga Rpl5 ribu setiap sesi pemotretan.

Sebagai panduan Anda, jalur Puncak satu arah buka tutup menuju Puncak dibuka pada hari Sabtu pukul 09.00 sampai pukul 11.30 WIB. Dari arah Puncak ke Jakarta dibuka pukul 15.00 sampai pukul 17.00. Minggu dan hari besar menuju arah Puncak pukul 09.30 sampai pukul 11.00, sedangkan arah sebaliknya pukul 15.00 hingga pukul 18.00.