Berperilaku Sehat Untuk Pencegahan HIV dan AIDS

Seperti yang kita ketahui bersama, AIDS adalah suatu penyakit yang belum ada obatnya
dan belum ada vaksin yang bisa mencegah serangan virus HIV, sehingga penyakit ini merupakan
salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia baik sekarang maupun waktu
yang datang. Tanda dan Gejala Penyakit AIDS seseorang yang terkena virus HIV pada awal
permulaan umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas, penderita hanya mengalami
demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV
tersebut. Jumlah penderita HIV dan AIDS di Indonesia sudah mencapai tahap
yang memprihatinkan karena hampir merambah ke seluruh propinsi di
Indonesia. PBB menyebutkan bahwa perkembangan masalah HIV dan AIDS
di Indonesia bisa dikatakan sebagai salah satu negara dengan peningkatan
tercepat se Asia.
HIV tidak ditularkan atau disebarkan melalui hubungan sosial yang biasa seperti jabatan
tangan, bersentuhan, berciuman biasa, berpelukan, penggunaan peralatan makan dan minum yang
sama, gigitan nyamuk, kolam renang, penggunaan kamar mandi atau WC/ Jamban yang sama atau
tinggal serumah bersama Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA). HIV dan AIDS dapat menyerang
siapa saja. Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV
terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.
Namun pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV danAIDS. Penyebab yang dapat
menimbulkan penyakit HIV dan AIDS, yaitu :
1. Orang – orang yang berperilaku seksual dengan berganti- ganti pasangan.
2. Melakukan hubungan sex dengan banyak orang dan tidak menggunakan kondom.
3. Pengguna narkoba suntik yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama.
4. Pasangan seksual dan pengguna narkoba suntik.
5. Bayi yang ibunya positif mengidap penyakit HIV dan AIDS.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk dapat melakukan
pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS, cara pencegahan dan penanggulangannya yaitu:
1. Hindarkan hubungan seksual diluar nikah. Usahakan hanya berhubungan dengan satu orang
pasangan seksual, tidak berhubungan dengan orang lain.
2. Pergunakan kondom bagi resiko tinggi apabila melakukan hubungan seksual.
3. Ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata mengandung virus, hendaknya jangan hamil.
Karena akan memindahkan virus HIV dan AIDS pada janinnya.
4. Kelompok resiko tinggi di anjurkan untuk menjadi donor darah.
5. Penggunaan jarum suntik dan alat lainnya ( akupuntur, tato, tindik ) harus dijamin
sterilisasinya.
Adapun usaha-usaha yang dapat dilakukan pemerintah dalam usaha untuk mencegah
penularan HIV dan AIDS yaitu, memberikan penyuluhan-penyuluhan atau informasi kepada seluruh
masyarakat tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan HIV dan AIDS. Kegiatan penyuluhan dan
pemberian informasi dapat di lakukan dengan seminar-seminar terbuka atau melalui penyebaran
brosur, poster-poster yang berhubungan dengan HIV dan AIDS, ataupun melalui iklan diberbagai
media massa baik media cetak maupun media elektronik, penyuluhan atau informasi tersebut
dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan kepada semua lapisan masyarakat agar
seluruh masyarakat dapat mengetahui bahaya HIV dan AIDS, sehingga berusaha menghindarkan diri
dari segala sesuatu yang bisa menimbulkan virus HIV dan AIDS. Kemudian pemerintah melakukan
pengadaan untuk masyarakat mengadakan konseling dan dan tes untuk penyakit HIV dan AIDS.
Upaya pemerintah untuk menjaga generasi muda kita terjaga dari penularan HIV dan
AIDS adalah dengan melakukan kampanye yang betemakan pencegahan dan penyebaran HIV dan
AIDS.