Berwisata ke Jalan Malioboro

malioboror

Kembali ke tempat wisata yang sama berulang-ulang terkadang membuat kita bosan, namun hal tersebut tidak akan terjadi apabila kita berwisata ke Jalan Malioboro. Mengunjungi salah satu jalanan terpadat di Indonesia ini memiliki kenikmatan tersendiri, bahkan saking nikmatnya mampu membuat ketagihan dan tidak bosan bosan mengunjunginya. Banyak orang mengatakan, kemodernan itu menyenangkan serta memudahkan segalanya. Namun di Jalanan Malioboro, kita akan menemukan kesederhanaan yang membuat kita nyaman dan betah.

Daya tarik utama Jalanan Malioboro adalah kesederhanaan. Kesederhanaan yang hampir akan kita temui di sepanjang dan setiap sudut jalan. Bangunan modern berjajar di sepanjang jalan Malioboro. Bangunannya tegap, gagah, namun tidak angkuh, karena bangunan megah ini berbagi dengan bangunan kecil nan sederhana dan apa adanya milik para pedagang lain. Bangunan yang mungkin bagi sebagian orang tidak elok ini merupakan ladang usaha dan tempat mencari rezeki bagi sesama makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Tidak ada kesombongan atau keangkuhan, bangunan modern dan bangunan apa adanya “duduk” berdampingan, sama sama mengais rezeki dengan cara yang halal.

Melewati kesederhanaan jalan Malioboro, terkadang lebih nikmat apabila kita lakukan sendirian, tanpa embel-embel paket wisata Jogja atau paket tour Jogja. Berjalan sendirian melewati kesederhanaan Malioboro dapat membuat kita khusyuk menikmati segala hiruk pikuk di jalanan ini. Mata kita mampu memotret berbagai interaksi antar manusia serta senyum sapa ramah khas Malioboro. Telinga kita menjadi peka terhadap teriakan teriakan para pedagang yang menggema menawarkan barang barang dagangannya. Telinga kita berubah menjadi jalan masuk bagi lagu lagu bermacam aliran yang dibawakan oleh para pemusik jalanan. Penciuman hidung kita menajam, mampu menyesap berbagai bau, mulai dari keringat, hingga wangi harum gudeg Jogja.

Inilah kesederhanaan berwisata ke Jalan Malioboro. Nikmat sederhana yang kadang kita abaikan. Malioboro bukanlah sekedar tempat untuk “kongkow” atau bersantap malam, bukan pula sekedar tempat untuk berbelanja dan berpotret ria. Malioboro lebih baik dari sekedar hal hal tersebut. Nikmati setiap sudut Malioboro yang sederhana dengan cara yang sederhana pula, maka niscaya kita akan melebur menjadi satu bersamanya, merasakan nikmat Malioboro yang tidak pernah kita alami sebelumnya.