Diet Sehat Saat Berpuasa

10 Menu Buka Puasa untuk Diet Sehat, Gak Bikin Perut Buncit

Beberapa orang memanfaatkan bulan puasa selain untuk beribabadah juga digunakan untuk menurukan berat badan dengan cara berdiet sehat. Namun, apabila ingin melakukan diet sehat saat berpuasa harus mempertimbangkan kesehatan tubuh agar tidak memengaruhi kesehatan. Karena, saat menurunkan asupan kalori secara dramatis, otomatis berat badan bisa menurun.  Apabila akan melakukan diet sehat saat berpuasa, ada baiknya selalu memperhatikan segala makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka, juga harus menyesuaikan dengan aktivitas fisik yang dilakukan di siang hari, jangan sampai energi yang masuk tidak cukup karena kurangnya asupan. Selain itu, orang yang melakukan pola diet yang salah saat puasa juga bisa menyebabkan beberapa jenis masalah kesehatan, termasuk kehilangan otot. Karena sebenarnya arti dari diet adalah mengatur pola makan, bukan tidak makan. Oleh karena itu, dibutuhkan makanan yang baik dimakan saat melakukan diet sehat, seperti karbohidrat kompleks. Menu buka puasa untuk diet sehat yang baik adalah yang mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks sendiri yaitu karbohidrat yang lebih lambat dicerna dan mengandung tinggi serat makanan. Makanan dengan karbohidrat kompleks biasa ditemukan pada sayuran dan buah-buahan yang mengandung zat pati, serat, serta dari gula alami. Berikut ini adalah beberapa menu buka puasa untuk diet sehat yang mengandung karbohidrat komppleks.

  • Nasi merah

Nasi adalah makanan pokok utama khususnya untuk orang-orang di Asia. Apabila tidak bisa meninggalkan nasi, ada baiknya mengganti nasi putih ke nasi merah. Karena nasi merah mengandung serat dan dipecah lebih lambat oleh tubuh. Nasi memiliki tiga kali lebih banyak serat dan protein dibandingkan nasi putih.

  • Ubi

Ubi adalah salah satu pengganti nasi yang cocok untuk menu diet. Selain memberi efek kenyang karena kandungan airnya yang tinggi, ubi juga memiliki banyak nutrisi penting yang dapat membantu tubuh tetap sehat. Satu ubi yang dikonsumsi beserta kulitnya mengandung 23,61 gram karbohidrat. Sebuah studi pada 2015 menunjukkan bahwa molekul karbohidrat dalam ubi ungu memiliki manfaat antioksidan dan antitumor.

  • Wortel

Kandungan utama wortel terdiri dari air dan karbohidrat. Karbohidrat yang terkandung di dalam wortel merupakan pati dan gula, yaitu sukrosa dan glukosa. Wortel juga merupakan sumber serat yang baik. Satu wortel berukuran sedang sekitar 61 gram mengandung 2 gram serat. Wortel juga mengandung vitamin dan mineral penting seperti biotin, kalium, beta karoten, K1 (fililkuinon), dan B6. Wortel mendapatkan Warna oranye cerah yang dimiliki wortel dihasilkan dari beta karoten, antioksidan yang diubah tubuh menjadi vitamin A.

  • Singkong

Singkong adalah jenis umbi yang memiliki tekstur dan rasa yang hampir mirip dengan kentang. Zat pati di dalam singkong menjadikannya tinggi karbohidrat namun kaya vitamin serta mineral penting. Singkong adalah sumber vitamin C, tiamin, riboflavin, kalsium, fosfor, dan serat yang baik. Dalam 100 gram singkong rebus mengandung 27 gram karbohidrat dan 112 kalori. Lalu, dibandingkan dengan gandum, singkong bahkan empat kali lebih sedikit gula dan 16 kali lebih banyak serat. Serat dalam singkong berdampak positif pada mikrobioma usus yang memicu rasa kenyang lebih lama.

  • Jagung

Jagung bermanfaat untuk menstabilkan kadar gula darah dan tekanan darah tinggi asalkan dikonsumsi secukupnya. Per 100 gram jagung mengandung 25 gram karbohidrat dan 3,36 gram protein. Jagung juga mengandung vitamin C yang baik, nyaris bebas lemak, kaya serat dan senyawa yang dapat membantu kesehatan pencernaan dan mata.