Do’a Nabi Yunus AS dalam Perut Ikan Paus

“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah. Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.” (Ash-Shaffat: 143-144)

Doa Nabi Yunus – Apabila hati sudah merasa resah dan dilanda kebimbangan serta kesusahan, maka amalan do’a Nabi Yunus inilah yang layak untuk diamalkan. Tentunya, sebelum mengamalkan sebuah do’a sebaiknya mengetahui bagaimana prosesnya hingga do’a ini pun terlantunkan dari mulut Nabi Yunus.

Nabi Yunus AS adalah salah satu dari sekian nabi dan rasul Allah yang diutus untuk menasihati dan membuat kaumnya senantiasa beriman. Karena begitulah kewajiban seorang rasul yakni menasihati, membimbing kaumnya ke jalan kebenaran akan kekuasaan Allah. (Baca Juga: Inilah Keistimewaan Do’a Nabi Yusuf)

Akan tetapi, ketika Nabi Yunus AS yang senantiasa menasehati, mengingatkan kaumnya akan api neraka dan betapa bahagianya surga. Namun tidak ada seorangpun diantara kaumnya yang beriman. Diriwayatkan dalam beberapa tafsir bahwasanya suatu ketika Nabi Yunus mulai merasa putus asa, hatinya mulai dipenuhi dengan perasaan marah akan kaumnya yang tidak beriman. Lalu, beliau memantapkan hati untuk kemudian meninggalkan kaumnya. Hal ini diabadikan dalam Al-qur’an surat Al-Anbiya’ ayat 87 yang artinya:

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya) maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang lalim.” (QS. al-Anbiya’: 87)

Tidak ada yang tahu bagaimana gejolak hati Nabi Yunus ketika itu, hatinya yang terpukul akan kekecewaan dan kemarahan kepada kaumnya dan kemudian meniggalkan kaumnya. Dikisahkan bahwa Nabi Yunus beranggapan jika Allah SWT tidak akan menghukumnya karena posisinya sebagai utusan Allah. Ia lupa akan kewajibannya untuk menyampaikan kebenaran kepada kaumnya, masalah berhasil atau tidaknya Allah yang menentukannya.

Nabi Yunus berangkat meninggalkan kaumnya ke tepi laut kemudian menaiki kapal yang membawanya ke tempat lain dan jauh dari kaumnya. Singkat cerita, Nabi Yunus berada diatas kapal bersama banyak warga kemudian terjadi pengundian guna mengurangi beban kapal ketika berada ditengah laut, tidak ada pilihan lain selain melakukan undian demi menyelamatkan banyak nyawa dengan mengorbankan beberapa nyawa, mungkin itu yang berada dalam benak penghuni kapal tersebut. (Baca Juga: Kisah Nabi Zakaria dan Putri Imran)

Tidak disangka-sangka Nabi Yunus adalah termasuk dari penumpang kapal yang akan dilemparkan ke laut sebelum kapal benar-benar tenggelam karena kelebihan beban.

Tidak ada badai tidak ada hujan, Nabi Yunus mendapati dirinya sudah berada dalam perut ikan paus, lalu kemudian dibawa hingga ke dasar laut. Dalam kondisi demikian tiga kegelapan yang beliau rasakan ketika itu yakni betapa gelapnya keadaan didalam perut ikan, bagaimana gelapnya dasar laut dan hanya malam yang terlihat.

Karena merasakan tiga kegelapan sekaligus, Nabi Yunus sempat beranggapan jikalau dirinya sudah mati. Namun dengan mencoba untuk menggunakan semua panca inderanya dan masih berfungsi barulah ia sadar jikalau ia masih berada dalam perut ikan, sungguh sebuah keajaiban yang menunjukkan betapa besarnya kekuasaan Allah.

Setelah kembali merenung, barulah ia sadar akan kekhilafannya dan menangis serta bertasbih kepada Allah SWT. ketika itu pula ia merasa merindukan Allah dan semakin mendekat pada-Nya. Tangisan serta tasbihnya senantiasa terucap meratapi dan menyesali kekhilafan yang telah diperbuat. Hingga digambarkan dalam Al-qur’an bagaimana ia bertasih:

“Laa ilahailla anta subhanaka inni kuntu minazh zhalimiin”

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim”

Banyak ahli tafsir yang mengungkapkan bahwa, ketika Nabi Yunus bertasbih maka semua mahluk yang berada di dasar laut tersebut berkumpul disekitar ikan paus dan kemudian ikut bertasbih. Kemudian dengan izin Allah, nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan paus ke permukaan laut dan terdapar disuatu pula yang sudah Allah takdirkan. Ketika dikeluarkan, Nabi Yunus dalam keadaan sakit, dan dengan izin Allah akhirnya beliau disembuhkan.

Kisah perjalanannya berlanjut ketika bertemu dengan suatu kaum sekitar seratus ribu orang, dan mereka semua beriman serta dianugerahkan kenikmatan akan hidup. Kisahnya ini diabadikan dalam Al-qur’an surat As-saffat ayat 139-148.

Ada 3 keistimewaan yang sebenarnya terkandung dalam do’a sekaligus tasbih Nabi Yunus tersebut diantaranya; ilmu ketauhidan, bukti kebesaran Allah, serta bagaimana bertaubat Allah SWT.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Hidup Nabi Yahya ‘Alaihis Sallam

Video Doa Nabi Yunus