Inilah Keistimewaan Do’a Nabi Yusuf

Doa Nabi Yusuf – Sederet kisah akan Nabi Yusuf AS dari kecil hingga beranjak dewasa dan kemudian menjadi seorang raja, kesemuanya diabadikan dalam Al-Qur’an. Bahkan saking istimewanya, kisahnya terangkum sempurna dan diabadikan dalam satu surat dalam Al-Qur’an yakni surat yusuf.

Nabi Yusuf adalah putra dari Nabi Ya’qub. Nabi Yusuf adalah termasuk salah satu diantara dua anak kesayangan dari nabi Ya’qub, sehingga membuat saudaranya yang lain merasa iri. Nabi Yusuf terkenal dengan anugerah paras yang tampan, tubuh yang atlitis menambah kesempurnaannya. (Baca Juga: Kisah Nabi Zakaria dan Putri Imran)

Ditafsirkan bahwa ketika Nabi Yusuf bermimpi melihat sebelas bintang, bulan serta matahari bersujud dihadapannya, yang kemudian ia ceritakan kepada sang ayah. Makna mimpinya tersebut adalah semua kalangan keluarganya akan menghormatinya, karena kelak ia akan menjadi orang besar hal ini dijelaskan secara terperinci dalam Al-Quran surat Yusuf ayat 4-6.

“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku. Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta’bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S Yusuf: 4-6)

Namun tanpa sepengetahuan dari mereka berdua, salah seorang saudara Nabi Yusuf mendengar pembicaraannya tersebut. Sejak kejadian itulah kalangan saudaranya semakin memendam kebencian kepada Nabi Yusuf serta selalu berusaha mencelakainya.

Suatu ketika Nabi Yusuf diajak berburu oleh saudara-saudaranya, hal ini membawa kekhawatiran pada Nabi Ya’qub dan awalnya tidak memberikan izin namun akhirnya memberikan izinnya. Dan ternyata benar kekhawatirannya itu terjadi, ketika kembali dari berburu anak-anaknya kembali tanpa Yusuf bersamanya. Mereka beralasa bahwa kejadian naas telah menimpa Yusuf yakni dimakan serigala, namun pada kenyataannya Nabi Yusuf dilempar ke dalam sumur. (Baca Juga: Kisah Nabi Yunus di dalam Perut Ikan)

Dengan izin Allah nabi Yusuf ditolong rombongan kafilah yang kebetulan berhenti mengambil air di sumur tersebut. Kemudian beliau dibawa ke Mesir untuk dijadikan budak dirumah seorang perdana menteri dan bertemu dengan Zulaikha. Akhirnya Nabi Yusuf hidup dan tumbuh menjadi seorang pemuda yang berparas tampan dan cerdas dilingkungan istana. (Baca Juga: Do’a Nabi Yunus AS dalam Perut Ikan Paus)

Ketampanan dan kecerdasan yang ia miliki telah merubah seorang nyonya menjadi jatuh hati pada Nabi Yusuf, tidak hanya Zulaikha saja yang terspesona akan kegagahan seorang Yusuf. Ketika itu hampir saja seorang Yusuf tergoda bujuk rayuan seorang Zulaikha untuk melakukan perzinahan, namun ternyata Allah masih melindungi Nabi Yusuf dengan benteng keimanan yang kokoh. Dikisahkan ketika itu, Nabi Yusuf AS berdo’a kepada Allah SWT dan kemudian diabadikan dalam Al-Qur’an surat yusuf ayat 33 yang berbunyi:

Rabbi As-sijnu ahabbu ilayya mimma yad’unani ilaihi wa illatashrif ‘anni kaidahunna ashbuilaihinna wa akunminal jaahiliin

Artinya: “Wahai Tuhan-ku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka, Jika aku tidak Engkau Hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.” (Q.S yusuf: 33)

Hampir semua wanita dikalangan istana juga mengakui ketampanan serta kecerdasan seorang Yusuf, salah satu kemampuan yang beliau miliki adalah mampu menafsirkan mimpi. Dengan kemampuan inilah kemudian ia diangkat sebagai petugas kerajaan, karena telah berhasil menafsirkan mimpi sang raja Mesir kesemuanya tergambar jelas dalam Al-qur’an surat Yusuf ayat 47 – 49.

Ada yang mengatakan jikalau ternyata Nabi Yusuf memiliki rasa yang sama kepada Zulaikha yakni rasa cinta yang mendalam. Sehingga ketika beliau merindukan sosok seorang Zulaikha beliau berdoa kepada Allah SWT, yang kemudian do’a tersebut diabadikan dalam Al-qur’an surat Thaahaa ayat 39.

“Wa-alqaytu ‘alayka mahabbatan minnii walitushna’a’laa ‘ainii”

Artinya: “Dan aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dariku, dan supaya kamu di asuh di bawah pengawasanku.”(Q.S thaahaa: 39)

Banyak yang beranggapan bahwa salah do’a Nabi Yusuf yang satu ini, memiliki banyak sekali keistimewaan. Banyak yang meyakini do’a yang Nabi Yusuf amalkan ini sebagai pemikat lawan jenis, melepaskan rasa rindu yang melanda serta mencari jodoh serta mempererat hubungan antara suami dan istri. Wallahu a’lam.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Hidup Nabi Yahya ‘Alaihis Sallam

Video Doa Nabi Yusuf