Dosa yang Merusak Pernikahan

Dosa yang Merusak Pernikahan – Jangan pernah berpikir pernikahan hanya dilihat dari keindahan dan kebahagiaan semata, jangan pernah melihat pernikahan hanya tempat memuaskan kebutuhan biologis semata. Tidak, ada banyak hal yang harus diketahui sebelum anda benar-benar memutuskan untuk menikah. Dosa-dosa yang mampu merusak kesucian pernikahan, bahkan bangunan rumah tangga.

Dosa Suami

Tidak Mampu Menjadi Pemimpin yang Baik

Suami adalah imam dan pemimpin rumah tangga, dari kebijakannyalah tercipta keluarga harmoni sejahtera, sedang ketika ia tak mampu memposisikan sebagi pemimpi yanga baik, maka rusaklah bangunan rumah tangga itu.

Gagal Menjadikan Istrinya Nomor Satu dalam Hidupnya

Gagal dalam hal ini artinya tidak mampu mendahulukan kuwajiban dia terhadap istri, dan lebih mementingkan kepentingan pribadi, sehingga hak istri tak terpenuhi.

Membandingkan Istri dengan Wanita Lain

Jangan sampai dalam sebuah rumah tangga seorang suami membanding-bandingkan istri dengan wanita lain, karena hal ini sama saja menghancurkan masa depan cinta rumah tangga.

Menolak Pendapat Istri

Ingatlah, rumah tangga dibangun bersama bukan suami semata yang berkhendak di sana. Bangunlah rumah tangga bersama, karena itu akan lebih ringan, bukan egois dengan kehendak pribadi.

Gagal Memuji Hal-hal Kecil yang Dilakukan Istri

Wanita paling suka dipuji dan dihargai, ketika suami tak tau cara memperlakukan istri, maka keharmonisan rumah tangga tidak mungkin tercipta.

Kurang Disiplin dan Tidak Mampu Mengontrol Emosi dengan Baik

Ingatlah wahai suami, bersikap lemah lembutlah dengan istri, karena darinyalah anak-anakmu akan lahir.

Tidak Meminta Maaf Jika Bersalah

Seorang laki-laki susah sekali untuk meminta maaf kepada istrinya jika bersalah. Karena kebanyakan ego nya lebih tinggi. Hal seperti inilah yang bisa merusak pernikahan.

Dosa Istri

Istri Tidak Menghargai Suami Sebagai Otoritas

Ingatlah wahai istri, suami adalah pemimpin dan pemilik kebijakan rumah tangga, maka sudah sepatutnya seorang istri mentaatinya.

Gagal Menundukkan Diri pada Suami

Dalam hal ini istri tidak taat terhadap perintah suami

Tidak Bersyukur Atas Pemberian Suami

Bersyukurlah atas apa yang diberikan suami, berapapun jumlahnya, karena sejatinya rezeki datang pada mereka yang pandai bersyukur.

Tidak Pandai Menjadi Istri atau Gagal Menunjukkan Kecakapan

Menjadi istri bukan berarti hanya memenuhi perintah suami, tapi ia harus cakap dalam menghadapi setiap kondisi keluarga, karena istri adalah partner hidup bagi suami.

Sedangkan dalam pernikahan ada kebutuhan masing-masing yang harus dipenuhi, dan jika diabaikan maka keharmonisan rumah tangga akan terganggu.

Kebutuhan Suami

  1. Sex atau kebutuhan biologis
  2. Istri sebagai sosok sahabat dan teman yang hangat
  3. Rumah yang rapi dan bersih
  4. Penampilan istri yang selalu menarik
  5. Saling menghargai satu sama lain

Kebutuhan Istri

  1. Kasih sayang dan penghargaan dari suami
  2. Suami yang jujur dan terbuka
  3. Diajak berbagi banyak hal
  4. Keuangan yang cukup
  5. Komitmen besar terhadap keluarga.

Kebutuhan istri maupun suami haruslah terpenuhi dalam membangun rumah tangga. Jika ada salah satu yang terabaikan, maka pasti ada salah satu yang terluka, dan di sanalah dosa pernikahan bermula.

Ingatlah!

Seorang kepala keluarga yang berhasil memimpin dengan baik, maka keberhasilan yang lain akan mengikuti. Begitu sebaliknya, jika kepala keluarga gagal memimpin, maka hancurlah seluruh pondasi yang telah dibangun.

Belaian tangan istri adalah energi terbaik bagi suami
Senyum suami adalah kehangatan bagi istri
Komitmen suami adalah nahkoda bagi istri
Begitupula kesetiaan seorang istri, ia adalah naungan terbaik bagi suami.

Jika ada pondasi rumah tangga yang rusak, maka segeralah diperbaiki. Pastikan tidak ada yang tersisa, perbaiki semua dengan komitmen sejati, karena sejatinya rumah tangga dibangun bukan sebagai tempat pelarian semata, tapi karena mengharapkan Ridhlo-Nya.

Celakalah kamu!
Apakah rumahtangga hanya dibangun di atas cinta?
Lalu mana pengayoman dan rasa malumu
(Umar ibn Al Khaththab)

Maka malulah jika menjadi suami maupun istri tapi tak mampu memenuhi kuwajiban masing-masing. Oleh sebab itu, If you care about family, broadcast this. It will save a marriage.

Semoga Tuhan memberkahi Pernikahan Anda! Bagi yang belum Menikah, semoga ini bisa menjadi bekal kelak bila kamu menghadapi hidup Pernikahan.