Ekonomi Kreatif Mampu Ciptakan Restoran dan Waralaba Modern

unsplash.com

Sektor restoran dan waralaba makanan Indonesia masih mengalami ekspansi yang kuat meskipun terjadi perlambatan ekonomi karena belanja rumah tangga yang lamban pada tahun pertama 2017. Pengusaha yang bergabung dengan Kadin cukup familiar dengan keadaan ini.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif mengungkapkan bahwa usaha kuliner menjadi penyumbang terbesar keuntungan negara di antara semua sektor ekonomi kreatif. Kemajuan teknologi terutama media sosial dan layanan pengiriman makanan berbasis online telah membantu mendorong pertumbuhan sektor ini.

Sektor Restoran dan Waralaba Bertumbuh Pesat

Sejak 2014, sektor restoran dan waralaba makanan Indonesia secara konsisten mencatat pertumbuhan luar biasa. Hal ini didukung oleh peningkatan pendapatan per kapita negara dan kemajuan teknologi yang telah mendukung perubahan gaya hidup. Menurut Jakarta Dining Index jumlah restoran kelas atas telah tumbuh lebih dari 200% dari tahun 2009 hingga 2014.

Perubahan gaya hidup, perkembangan teknologi, dan peningkatan SDM ternyata mempengaruhi danĀ  mendukung pertumbuhan bisnis restoran dan waralaba makanan Indonesia. Ini adalah tren yang berkembang di kalangan pekerja di kota-kota besar untuk untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

Bagi orang-orang ini, satu-satunya pilihan praktis ketika merasa lapar di malam hari adalah memesan makanan dari restoran. Dengan adanya peluang ini, pebisnis mulai membuka gerai makanan di berbagai tempat. Pebisnis masa kini bukan hanya menunggu peluang tetapi juga menciptakan makanan. Salah satunya menciptakan ‘makanan orang kantoran’.

Ekonomi Kreatif Semakin Maju Dengan Bisnis Restoran Kuliner

Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, sektor kuliner Indonesia tumbuh sebesar 8,16% pada tahun 2015. Bersama-sama dengan industri mode dan kerajinan, sektor kuliner menyumbang 50% dari kontribusi sektor ekonomi kreatif kepada negara. GDP.

Selain itu, jumlah pemilik waralaba di negara ini di mana sektor makanan merupakan mayoritas juga melonjak menjadi 698 unit dengan jumlah total gerai mencapai 24.400 unit. Sebagian besar outlet ini berlokasi di Jawa, terutama di provinsi Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Dari data ini, 400 adalah pewaralaba asing. Sedangkan sisanya adalah milik lokal. Omset penjualan tahunan sektor waralaba, menurut Departemen Perdagangan, mencapai Rp 172 triliun. Omset penjualan yang begitu besar dari bisnis ini tentu membawa dampak baik bagi income pemilik usaha dan juga pemerintah.

Teknologi Menjadi Pendorong Pertumbuhan Baru

Perkembangan teknologi baru berbasis internet khususnya media sosial dan layanan pengiriman makanan online, telah mengubah sektor waralaba restoran dan makanan di Indonesia. Media sosial telah membentuk kembali pemasaran yang baik. Ini merupakan aspek yang sangat penting dari pemasaran konsumen di Indonesia

Media sosial telah memungkinkan pemilik bisnis makanan di Indonesia untuk memperluas jangkauan dan basis pelanggan mereka. Kemajuan teknologi lainnya semakin memacu pertumbuhan restoran dan bisnis waralaba makanan. Terutama layanan pengiriman makanan berbasis aplikasi.

Beberapa startup telah menawarkan layanan ini di Indonesia diantaranya adalah Grab, Gojek, Klik-Eat, dan masih banyak lagi. Berbagai brand skala besar, seperti McD, KFC, Pizza Hut, dan lainnya juga menawarkan layanan pesan antar.

Berkembangnya bisnis restoran dan waralaba modern sekarang memungkinkan restoran kecil dan menengah untuk mengambil keuntungan dari layanan ini. Hal ini dapat memperluas jangkauan dan mempermudah pelanggan karena sama menguntungkan antara pembeli dan perusahaan. Kamu yang berminat memulai bisnis, kadin Indonesia siap membantu segala kebutuhan kamu.