Fujitsu Ciptakan Pendingin Cair Untuk Smartphone

Ketika smartphone bekerja berat, maka bodinya akan terasa panas. Hal tersebut tentunya tidak nyaman di tangan pengguna karena bagian yang panas biasanya di dekat kamera, otomatis bersentuhan langsung dengan telapak tangan Anda. Masalah tersebut tentunya bisa dipecahkan jika smartphone memiliki sistem pendingin yang baik. Namun nyatanya hingga saat ini banyak smartphone yang tak memiliki cukup ruang untuk menyelipkan sistem pendingin tersebut di dalamnya. Belakangan ini Fujitsu memiliki solusinya berupa sistem pendingin heat pipe.

Perusahaan dari Jepang yang akrab dengan produk notebook ini telah mengembangkan sebuah heat pipe atau pipa pendingin untuk membuang panas yang tebalnya kurang dari 1 mm. Dengan begitu sistem pendingin tersebut dapat ditempatkan di dalam smartphone tanpa membuat bodinya semakin tebal.

Baca juga : Senth IN1, Google Glass-nya Peseda

Saat ini, kebanyakan smartphone dibekali dengan beberapa lembaran material seperti grafit untuk membuang panas. Berdasarkan Fujitsu, material tersebut belum maksimal untuk menjalankan tugasnya sebagai sebuah pendingin. Apalagi saat ini banyak smartphone yang bodinya semakin tipis sehingga meminimalkan ruang untuk pembuangan panas.

Heat pipe yang dikembangkan Fujitsu memiliki cairan (detailnya belum diketahui) di dalamnya. Sistem pendinginannya pun sifatnya tertutup, dengan sebuah evaporator ditempatkan di dekat titik penghasil panas (misalnya prosesor) dan sebuah kondensor di bagian lainnya. Evaporator dan kondensor saling terhubung dengan 2 buah pipa kecil.

Untuk evaporator, berisi 6 buah lembaran tembaga yang bertumpuk dengan tebal masing-masing 0,1 mm. Tiap lembarnya mengandung pori-pori. Nantinya cairan akan melewati pori-pori tersebut membawa panas sehingga akan didinginkan dan menghasilkan uap air.

Baca juga : Kat Walk, VR Treadmill Multiarah, Mungkinkan Gerakan Bebas

Selanjutnya uap air akan berjalan melalui pipa menuju ke kondensor, dimana suhu yang lebih dingin akan membuat uap air mengembun dan kembali menjadi cairan. Nantinya cairan tersebut akan mengalir kembali ke evaporator untuk melanjutkan proses pendinginan. Di dalam proses ini, energi yang panas pun terbuang secara maksimal.

Saat ini sistem pendinginan tersebut belum memiliki nama resmi dan Fujitsu akan mengimplementasikannya pada sejumlah smartphone di tahun 2017 ini. Semoga teknologi sistem pendingin ini segera terwujud agar pengguna smartphone nyaman menggenggamnya, yang pasti smartphone jadi awet dan tidak mengalami lag.