Hijrah Nabi Muhammad beserta Sahabat ke Madinah

Hijrah Nabi Muhammad – Jika suatu keadaan benar-benar tak mampu kita ubah, atau kita terpuruk di sana dan tak ada pertolongan sama sekali, maka solusinya hanya satu. Pergi dan cari tempat yang lebih baik. Hal ini tak hanya berlaku pada manusia biasa, tapi juga Rosulullah sang penerang alam semesta.

Ketika Mekah bukan lagi solusi untuk dakwahnya ketika itu, maka beliau berhijrah ke Madinah. Ada beberapa faktor yang membuat beliau harus berpindah, bukan keputusasaan karena tak mampu merubah penduduk Mekah kala itu.

Penyebab Rasulullah dan Sahabat Hijrah ke Madinah

Cobaan dan Tekanan

Tidak pernah ada cerita dalam sejarah bahwa berdakwah itu mudah. Begitu pula dengan Rosulullah yang terus menerus mendapat cacian, tekanan bahkan ancaman akan dibunuh jika ia terus melanjutkan dakwahnya. Maka dalam kondisi semacam itu beliau meminta perlindungan di tempat lain, atau mencari tempat yang lebih aman. Ketika itu pengikut beliau diminta untuk pindah ke Habasyah, kemudian ke Thaif.

Baca Juga: Perjuangan Rasullah dan para Sahabat dalam Perang Uhud

Penindasan Kafir Quraisy

Ibnu Ishaq mengatakan, “Kaum Quraisy terus melancarkan tekanan dan penindasan. Bahkan berupaya untuk mengusir mereka dari negri mereka sendiri.”

Baca Juga: 1000 Pasukan Malaikat dalam Perang Badar

Pendustaan Terhadap Muhammad

Pendustaan terhadap Islam merupakan alasan nyata bagi Rosulullah untuk berhijrah. Pasalnya mereka tak hanya berdusta belaka. Namun juga melancarkan serangan-serangan fitnah dan mengusir Rosulullah dari Mekah.

Rintangan dalam Hijrah

Selalu ada tantangan dalam menyebar kebaikan. Apalagi bagi kaum yang telah beriman. Mereka harus rela meninggalkan harta bahkan keluarganya yang tidak seiman. Tak jarang berakhir tangisan. Allah mencatat dalam Firman-Nya,

“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 207)

Sesungguhnya hijrah merupakan salah satu cara mencari keridhaan Allah. Hal itu lebih baik daripada menyiksa diri tinggal di tempat yang sama. Menurut riwayat al-Bukhari bahwa orang yang pertama kali hijrah adalah Abdullah ibn Ummi Maktum, dan Mush’ab ibn Umair. Sedangkan muslim yang terakhir berhijrah adalah Abdullah ibn Jahsy.

Ia menjadi muslim terakhir lantaran istrinya menolak hijrah ke Madinah dan meminta hijrah ke kota lain. Namun Abdullah ibn Jahsy tetap melakukan hijrah sampai akhirnya ia sampai di negri Madinah bergabung bersama Rosulullah.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Hidup Nabi Muhammad SAW

Konspirasi Quraisy untuk Membunuh Rosulullah

Perginya Rosulullah dari kota Mekah justru bukan pertanda ketenangan bagi Quraisy, justru mereka khawatir jika nantinya Rosulullah membentuk pasukan untuk melawan mereka. Tepat pada hari kamis, 26 Safar atau 12 September 622, suku Quraisy membuka rapat penting. Sebuah konspirasi untuk membunuh Rosulullah.

“Dan ingatlah, ketika orang-orang kafir memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya, dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baiknya Pembalas tipu daya.” (QS. Al-Anfal : 30)

Tak sekedar rencana. Quraisy benar-benar berupaya membunuh Rosulullah. Di lain sisi Jibril berusaha memberitahu kondisi yang akan terjadi dan meminta Rosulullah untuk tidak tidur di rumah malam itu. Malam itu juga Rosulullah ditemani Abu Bakar pergi menuju gua Tsur untuk bersembunyi.

Allah sendiri telah memerintahkan Rosulullah untuk hijrah. 13 tahun sudah Rosulullah berjuang di kota Mekah dalam kondisi yang sulit, maka hijrah akan menjadi ketenangan batin tersendiri. Perintah hijrah tersurat dalam firman-Nya,

“Dan, katakanlah, “Ya Tuhanku! Masukkanlah aku dengan cara yang baik, dan keluarkanlah (pula) aku dengan cara yang baik, dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolongku.” (QS. Al-Isra: 80)

Di dalam gua Tsur, Abu Bakar berupaya untuk terus melindungi Rosulullah. Ia bahkan memastikan apakah gua Tsur dalam keadaan baik-baik saja sebelum nantinya ditempati Rosulullah untuk bersembunyi. Sementara di saat yang sama Quraisy Mekah berupaya mencari Rosulullah di seluruh penjuru kota.

Baca Juga: Inilah Mukjizat-mukjizat Nabi Muhammad SAW

Abu Bakar nampak cemas ketika mereka sampai di atas Gua Tsur. Ia khawatir kalau-kalu Quraisy akan mengetahui keberadaan Rosulullah. Namun Allah Maha Pelindung lagi Maha Penyayang. Allah menyelamatkan Rosulullah dari kejaran mereka. Dengan senyum Rosulullah mengatakan, “Kita bersama Allah.” diriwayatkan oleh HR-Bukhari.

Video Hijrah Nabi Muhammad SAW