Kamu Memang Cantik, Tapi Hati Istriku Lebih Cantik

Menjaga hati itu tak mudah, apalagi jika sudah membina rumah tangga. Tak jarang banyak yang tersesat akibat salah pandangan. Dunia luar begitu menggiurkan bagi sesosok suami jika ia tak mampu menjaga hatinya. Sedang di rumah sang istri adalah sosok setia penuh pengorbanan. Cobaan rumah tangga silih berganti, dan semua harus disikapi dengan bijak, bukan mengutamakan kepentingan masing-masing.

Bagi suami, ia harus mampu melihat pengorbanan istri. Sebanyak apapun kekurangan istri, tetaplah ia yang paling istimewa dibandingkan perempuan cantik di luar sana. Tak banyak suami paham akan hal itu. Namun bagi anda yang membaca cerita ini, Anda harus tau bahwa sebaik apapun perempuan di luar sana, tetap istri Anda adalah yang terbaik.

Seorang pria, tak sengaja ia berkenalan dengan gadis di kantor tempat ia bekerja. Perkenalan singkat tersebut ternyata berlanjut dengan hubungan pertemanan yang cukup dekat.

Malam itu, sang gadis memulai perbincangan lewat BBM.

Gadis : Saya kagum dengan Mas, hebat punya usaha sendiri yang sudah sukses.
Pria : Terima kasih J

Esok harinya, si gadis kembali memulai komunikasi lewat telpon

Gadis : Kapan nih Mas, kita bisa makan bareng?
Pria : Kapan saja boleh

Sejak saat itu mereka menjadi sering berkomunikasi lewat media sosial, juga sesekali keluar bersama untuk makan. Bahkan kedekatan mereka kian intens, tiada hari tanpa kontak dari sang gadis, sampai suatu hari sang gadis tidak lagi mampu memendam perasaanya.

Sebenarnya aku mencintaimu Mas. Aku tau kondisi kita berbeda, kau sudah berkeluarga, tapi aku bersedia menerima. Aku bersedia menjadi istri keduamu, Mas.

Dengan berat hati, sang pria membalas pesan tersebut,

Dik, Aku mengerti perasaanmu. Namun dengan berat hati, aku menjawab TIDAK. Aku yakin kamu akan mendapat lelaki terbaik di luar sana. Apakah kamu tau kenapa aku bisa sampai seperti ini? Sukses seperti ini? Itu semua karena istriku, dialah yang mendoakan, memotivasi dan mendukungku untuk terus berjuang.

Aku akan sangat berdosa andai meninggalkannya. Bagiku dia adalah segalanya, dia yang menopang saat aku hampir jatuh, dia yang selalu mengatakan bahwa aku sanggup melewati semua dengan baik.

Kamu menyukaiku karena kondisiku saat ini, dan itu bukan ketulusan cinta. Sedang di rumahku, istriku yang telah berkorban banyak hal.

Tahukah kamu?

Aku memulai semua kesuksesan ini dari nol. Istriku yang berjuang bersamaku dalam susah dan senang. Dia yang selalu mendoakanku dalam keadaan apapaun. Kamu memang cantik, tapi hati istriku jauh lebih cantik.

Terima kasih atas perhatian dan cinta yang kamu berikan. Maaf jika aku tidak bisa memenuhi permintaanmu.

Wahai suami, apakah engkau akan memberi keputusan yang sama andai dalam situasi seperti itu?

Wahai para suami, sejauh mata memandang tetaplah istrimu yang baling berharga, yang paling cantik, yang paling mengerti dan paling memahami kondisimu. Dia telah merelakan hidupnya untuk melayanimu, mengandung dan melahirkan anak-anakmu yang tak jarang hal itu dengan pertaruhan nyawa. Dia rela melayani dengan seluruh kesanggupannya, bahkan ketika engkau gagal ia masih bersedia hidup bersamaku.

Lalu, apakah pengorbanan sebanyak itu lenyap hanya karena wajah cantik di luar sana? apakah hanya karena sandungan kecil dalam rumah tangga membuatmu berpaling dan mencari hiburan di luar rumah? Sedangkan istrimu setia dalam sujud-nya hanya untuk mendoakanmu?

Wahai para suami? Bercerminlah dari kisah di atas.