Khalid Bin Walid: Pedang Allah yang Terhunus

Khalid Bin Walid – Khalid Bin Walid mendapat julukan ‘Pedang Allah yang Terhunus’Ia seorang panglima perang yang paling ditakuti di medan tempur. Pedang yang ia bawa menjadi momok tersendiri bagi lawannya. Khalid merupakan salah satu palinglima perang yang tak terkalahkan sepanjang hidupnya.

Siapakah Khalid Bin Walid?

boombastis.com
boombastis.com

Khalid merupakan salah satu kerabat nabi. Bibi Khalid bernama Maimunah adalah istri nabi. Begitu juga hubungan kekeluargaan dengan umar yang merupakan sepupu Khalid sendiri. Singkat cerita pada masa kecil Khalid dan Umar, mereka berdua pernah melakukan adu gulat bersama.

Kemenangan dipihak Khalid, dan berhasil mematahkan kaki Umar. Namun dengan perawatan tertentu, kaki Umar pun berhasil disembuhkan.Pada mulanya sebelum masuk Islam Khalid seorang pasukan Kavelari dari kaum Quraisy yang terkenal sebagai panglimanya. Dari sini jelas terlihat bahwa Khalid bukanlah orang biasa saja.

Ketika perang Uhud, Khalid-lah yang menghajar pasukan Muslimin yang ketika itu turun bukit akibat bernapsu ingin mengambil harta rampasan perang. Melihat kelemahan pasukan Muslimin, maka Khalid maju dan menghancurkan kekuatan pasukan Muslimin sampai akhirnya pasukan Muslimin kalah.

Namun usai perang Uhud, justru Khalid masuk Islam. Rosulullah begitu bahagia menyambut kedatangan Khalid. Ia memiliki kemampuan perang yang luar biasa, dan hal ini tentu akan menjadi tombak perjuangan pasukan Muslimin dalam menegakkan Islam di bumi Allah. Dalam banyak kesempatan Khalid ditunjuk sebagai panglima perang.

Sang Panglima di Medan Perang Yarmuk

statusofmylife.blogspot.com
statusofmylife.blogspot.com

Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Khalid Bin Walid dipilih menjadi panglima perang melawan pasukan Byzantium yang ketika itu berjumlah 240.00 orang. Sedangkan jumlah pasukan Khalid Bin Walid hanya 46.000 orang. Namun semua itu tak membuat Khalid gentar.

Bukan Khalid namanya jika ia tak punya trategi perang luar biasa. Pada perang Yarmuk yang jelas-jelas posisi kekuatan lawan jauh lebih tangguh, membuat Khalid membagi 46.000 orang menjadi 40 kontingen. Strategi tersebut dilakukan untuk mengelabuhi lawan agar seolah-olah pasukan Muslimin jumlahnya lebih besar dari pasukan lawan.

Sedangkan pasukan lawan yang dipimpin Heraklius membagi pasukan romawi hanya menjadi lima kontingen, yaitu depan, belakang, kanan, kiri, dan tengah. Strategi Khalid sangat ampuh, dan mampu membuat mereka gentar. Pasukan Islam yang nyata-nyata jauh lebih kecil dari pasukan lawan mampu memukul mundur pasukan Romawi dan menguasai tempat tersebut.

Perang Riddah

www.alfiansyahanwar.com
www.alfiansyahanwar.com

Perang Riddah merupakan perang melawan orang-orang murtad. Perang ini disebabkan karena ketidaktaatan suku-suku Arab terhadap kepemimpinan Abu Bakar. Banyak dari mereka yang tidak tunduk, bahkan menganggap segala perjanjian yang dibuat Rosulullah gugur setelah Rosulullah wafat, dan hal itu tidak berlaku kembali pada kepemimpinan berikutnya.

Mereka menentang segala bentuk pemerintahan Abu Bakar, oleh sebab itu Abu Bakar meminta Khalid Bin Walid menjadi panglima dalam perang melawan orang-orang murtad tersebut, dan kemenanganpun di pihak Khalid.

Sang Panglima Tak Terkalahkan

Islamkajian.wordpress.com
Islamkajian.wordpress.com

Tidak ada yang meragukan keahlian Khalid dalam berperang, sehingga Abu Bakar banyak memerintahkannya dalam upaya penyebarluasan kekuasaan Islam. Abu Bakar mengirim Khalid untuk menguasai Al-Hirah pada 634 M. Ia juga diminta untuk keluar Irak dalam upaya membantu pasukan Usamah Bin Zaid. Sepanjang perjalanan karir, Khalid menjadi sosok panglima tak terkalahkan.

Ia begitu menguasai medan perang. Ahli siasat perang, mahir segala sejata, piawai dalam berkuda, dan karismatik. Dia lapang dada dan tidak sombong meskipun dalam puncak popularitas.Suatu ketika, saat kepemimpinan berada di tangan Umar Bin Khatab, tanpa alasan, tiba-tiba posisi dan kedudukan Khalid Bin Walid dilepas begitu saja oleh Umar. Bagi Khalid, jabatan dan popularitas bukanlah tujuan.

Ia berjuang hanya mengharap Ridho Allah semata, sehingga keputusan Khalifah Umar tak berpengaruh apa-apa baginya, justru ia menyelesaikan tugas dengan sangat sempurna, dan menggantikan posisinya kepada Abu Ubaidah Bin Jarrah. Khalid pernah mengatakan, “Saya berjuang untuk kejayaan Islam, bukan untuk Umar!”

Khalid wafat pada 21 H, dan Umar menangis lantaran belum sempat mengembalikan posisi Khalid sebelumnya. Sang pedang Allah telah berpulang di usia 52 tahun. Ia meninggal tak meninggalkan apa-apa kecuali, kuda, senjatan, dan budak yang ia sedekahkan di jalan Allah.

Video Khalid Bin Walid