Kisah Nabi Ayub A.S dengan Cobaan Beratnya

Kisah Nabi Ayub – Di antara manusia miskin di dunia ini, maka Nabi Ayub jauh lebih miskin. Di antara orang menderita dan tersiksa oleh sempitnya ekonomi, maka Nabi Ayub jauh lebih dari itu. Namun dia tetap sabar dalam cobaan tersebut, tetap berdiri di atas kebenaran meskipun kemiskinan, penyakit, bahkan istri tercinta meninggalkannya.

“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Shad: 44)

Nabi Ayub memiliki kesabaran luar biasa. Cobaan besar yang menimpanya jusru membawanya kembali pada Allah. Tak pernah kehilangan rasa bersyukur meskipun cobaan besar terus berdatangan. (Baca Juga: Kisah Nabi Yusuf A.S dengan Zulaikha)

Sejarah mencatat, malaikat kala itu sedang membicarakan sesosok manusia yang begitu rajin beribadah. Pembicaraan tersebut terdengar oleh setan, dan mulailah setan beserta rombongan berusaha menguji manusia macam apa yang beribadah sampai mendapat pujian malaikat.

Cara setan bekerja tidak memberi keberhasilan nyata. Ia mulai putus asa menggoda Nabi Ayub, dan setan pun mengadu pada Allah. “Ya Tuhanku, sesungguhnya Ayub beribadah padam-Mu hanya karena kepentingan-kepentingan tertentu. Bukan murni mencintai-Mu. Ia menyembah-Mu, lantaran Engkau telah memberinya kekayaan, anak-anak dan istri yang mencintainya. Ia takut semua itu akan lenyap jikalau ia tak taat pada-Mu.”

Riwayat menyatakan bahwa Allah memenuhi pengaduan Setan, “Sesungguhnya Ayub adalah hamba yang taat. Ia teladan dalam kesabaran dan keimanan. Cintanya tak akan berkurang meskipun musibah menimpanya, dan untuk menguji semua itu, Aku izinkan kamu untuk menggodanya, dan kau akan melihat sejauh mana Ayub taat pada-Ku.”

Cobaan Nabi Ayub A.S

Kisah Nabi Ayub
pendoasion.wordpress.com

Setan yang telah mendapat ijin dari Allah segera mengerahkan segenap kemampuannya untuk menumbangkan keimanan Nabi Ayub. Setan mulai menggoda dengan bisikan dan fitnah. Namun semua itu tak mempengaruhi sama sekali tingkat keimanan Nabi Ayub. (Baca Juga: Kisah Nabi Daud A.S dan Jalut)

Tak hilang kelicikan, Setan menguji dengan cara lain, yaitu menghancurkan tanah dan tanaman milik Nabi Ayub. Kini Nabi Ayub yang kaya mulai jatuh miskin. Namun apa yang terjadi? Justru Nabi Ayub kian mendekat pada Allah. Ia tahu bahwa segala hal yang ia punya adalah milik Allah, dan kelak akan kembali pula padanya. Kesabaran Nabi Ayub membuat setan resah dan dilanda kebingungan harus menguji dengan cara apa lagi.

Kisah Nabi Ayub dan Rumahnya

Kisah Nabi Ayub
anjangmuor.wordpress.com

Tak berhenti hanya dengan menghancurkan kekayaan Nabi Ayub, kini setan berusaha menghancurkan rumah Nabi Ayub hingga penghuninya terbunuh, termasuk anaknya. Namun apa yang kembali terjadi? Tak sedikitpun keimanan dan kesabaran Nabi Ayub berkurang. Ia telah mencintai Tuhan-Nya melampaui apapun yang ia punya di dunia.
Setan yang nyaris putus asa kembali mengadu pada Allah. Ia meminta agar kembali diberi izin untuk menggoda Nabi Ayub, dan Allah mengizinkan. Maka kali ini setan kembali beraksi dengan cara lain. (Baca Juga: Kisah Nabi Adam AS yang Perlu Kamu Ketahui)

Kali ini ujian berat berupa penyakit menyerang Nabi Ayub dari ujung kaki hingga ujung kepala. Penyakit yang menimpanya amat parah yaitu sakit kulit yang membuat tubuhnya membusuk dan mengeluarkan nanah. Penyakit yang membuat sahabat dan sanak saudara meninggalkannya, kecuali sang istri. Ujian besar ini lagi-lagi menjadikan Nabi Ayub lebih mendekat pada Allah. Ia tak berhenti bersyukur dan sabar. Sungguh, setan sudah mulai putus asa.

Setan beserta kru-kru yang lain mulai mengadakan rapat darurat membahas hal ini. Cobaan apalagi yang mampu menggoyahkan keimanan Nabi Ayub, dan kesimpulan dari rapat ini menyatakan ‘istri Nabi Ayub’. Akhirnya digodalah istri Nabi Ayub hingga kesabaran sang istri menemani Nabi Ayub mulai lelah. Kelelahan yang membuat sang istri meninggalkan Nabi Ayub. Kini tinggalan Nabi Ayub seorang diri bersama segenap penderitaannya.

Allah SWT berfirman:

“Dan (ingatlah kisah) Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: (‘Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.’ Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyahit yang ada padanya dan Kami kembalihan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. al-Anbiya’: 83-84)

Dalam penderitaan dan kesendirian itulah Nabi Ayub berdoa agar pertolongan Allah datang padanya, dan Allah mengabulkan doa tersebut. Singkat cerita, sang istri yang sempat meninggalkannya kembali pada Nabi Ayub.
Kesabaran luar biasa itulah yang membuat Nabi Ayub dipuji oleh Allah dalam QS-Shad ayat 44.

“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Shad: 44)

Video Kisah Nabi Ayub A.S