Kisah Nabi Daud A.S dan Jalut

Kisah Nabi Daud – Setelah Nabi Musa dan Nabi Harun wafat, kamu bani Israil dipimpin oleh Yusya’ bin Nun. Melalui kepemimpinannya, mereka mampu menguasai tanah Palestina dan memiliki istana. Namun, setelah Yusya’ bin Nun wafat, kamu Bani Israil pecah belah. Isi kitab taurat mereka rubah-rubah.

Karena sudah tidak ada persatuan dan kesatuan dari kaum Bani Israil, kaum Bani Israil dijajah oleh bangsa lain. Akhirnya, Bani Israil menjadi bangsa yang terjajah dan tertindas. Mereka kembali merindukan datangnya pemimpin baru yang tegas dan gagah. Kemudian mereka menemui Nabi Samuel untuk meminta petunjuk. (Baca Juga: Kisah Nabi Yusuf A.S dengan Zulaikha)

Kamu Bani Israil meminta agar Nabi Samuel mengangkat satu orang untuk dijadikan raja. Atas petunjuk dari Allah SWT, Nabi Samuel mengangkat Thalut untuk menjadi raja. Namun, karena Thalut tidak terkenal dan hanya seorang petani biasa, mereka menolaknya. Kemudian, Nabi Samuel menjelaskan bahwa meskipun Thalut hanya seorang petani, namun Thalut memiliki tubuh yang kekar, gagah, dan pandai menyusun strategi perang. Akhirnya mereka setuju bahwa Thalut menjadi pemimpin mereka.

Kisah Nabi Daud dan Ketapel Ajaib

phototrimaryono.wordpress.com
phototrimaryono.wordpress.com

Nabi Daud merupakan sosok legendaris yang telah mengukir keberanian sejak kecil. Pada masa itu Bani Israil di bawah kepemimpinan Thalut sedang berperang melawan Jalut dari pasukan Palestin. Dalam peperangan tersebut, Jalut menantang semua pasukan Thalut untuk beradu kekuatan dengannya.

Baju besi dan pedang yang ia bawa membuat pasukan Thalut menciut. Namun tidak dengan pemuda yang dengan gagah berani menerima tantangan dari Jalut. Pemuda tersebut adalah Nabi Dauh. Ketika itu ia hanya seorang pengembala kambing. (Baca Juga: Kisah Nabi Ayub A.S dengan Cobaan Beratnya)

Nabi Daud meminta persetujuan dari Raja Thalut untuk melawan Jalut. Namun Raja Thalut tidak memberikan izin, lantaran Daud bukanlah pasukan perang, ia hanya seorang pengembala kambing. Ia bahkan tak memiliki pengalaman tentang dunia peperangan. Apalagi senjata, ia tak memiliki apapun.

Daud kecil tidak menyerah, di hari berikutnya ia tetap meminta izin kepada Raja Thalut. Ia percaya sekalipun dirinya bukan tentara dan tak punya senjata, ia punya Allah sebagai sumber kekuatan terbesar. Merasa simpati atas keberanian Daud, maka Raja Thalut memberi izin untuk melawan Jalut.

Tanpa gentar apalagi takut, Daud maju hanya dengan ketapel dan lima buah batu. Sedangkan jalut bersama baju perang yang terbuat dari besi nampak mencibir dan merendahkan Daud. Seolah sedang bermain bersama anak kecil.

Sebuah pertolongan dari Allah datang. Ketapel Daud mampu menumbangkan Jalut hingga Jalut jatuh tersungkur dan mati. Atas izin Allah, angin datang membantu ketapel Daud untuk membunuh Jalut, dan bermula dari sinilah peperangan besar berkecamuk.

“Tatkala mereka tampak oleh jalut dan tentaranya, mereka pun berdoa: ‘Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami terhadap orang-orang kafir.’ Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara jalut dengan izin Allah memberinya kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.” (QS. al-Baqarah: 250-251)

Sejak terbunuhnya Jalut, Daud menjadi sosok terkenal kala itu. Tak lagi diragukan kemampuannya. Bahkan Raja Thalut menyerahkan kekuasaannya pada Daud. Tak hanya itu, ia bahkan bersedia menikahkan Daud dengan putrinya. Namun apa yang dirasakan Daud kala itu? justru ia tak merasa tenang. Ia tidak membutuhkan ketenaran dan kekuasaan. Ia berperang karena Allah. Kerinduan akan ketenangan batin membawa Daud pergi meninggalkan semuanya.

“Dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu pagi dan petang, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah dan kebijaksanaan dalam menyeksaikan perselisihan.” (QS. Shad: 17-20)

Kisah Nabi Daud dan Kitab Zabur

mforum.cari.com.my
mforum.cari.com.my

Allah telah memilih Daud sebagai nabi dan memberinya kitab Zabur, dan tatkala Daud membaca kitab tersebut, maka gunung-gunung turut bertasbih bersamanya. Dan Daud berpuasa di suatu hari, lalu berbuka keesokan harinya.

“Dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu pagi dan petang, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah dan kebijaksanaan dalam menyeksaikan perselisihan.” (QS. Shad: 17-20)

Kisah Nabi Daud dan Kursi Kepemimpinan

simambahitam.blogspot.com
simambahitam.blogspot.com

Ketika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan memuliakan hamba tersebut. begitu juga dengan Nabi Daud yang di suatu jaman ia menjadi seorang raja yang bijaksana. Dipilih langsung oleh rayat yang selama ini telah melihat begitu banyak perjuangan mulia Nabi Daud, dari kursi kekuasaan inilah Nabi Daud lebih banyak lagi membantu fakir miskin. (Baca Juga: Kisah Nabi Adam AS yang Perlu Kamu Ketahui)

Allah menjadikan Nabi Daud seorang pemimpin besar yang selalu mampu mengalahkan musuh-musuhnya. Bahkan Allah memperkuat kerajaan yang Nabi Daud pimpin. Di akhir cerita, Nabi Daud memiliki anak yang kelak akan melanjutkan perjuangan dakwahnya yaitu Nabi Sulaiman.

Video Kisah Nabi Daud A.S.

https://www.youtube.com/watch?v=Z3U0_3jJfo8