Kisah Nabi Harun dalam Usahanya Membantu Perjuangan Nabi Musa

Kisah Nabi Harun – Nabi Harun hidup pada masa perjuangan dakwah Nabi Musa. Kisah sejarahnya tak lepas dari kehidupan Nabi Musa. Dapat dikatakan bahwa Nabi Harun masih saudara dengan Nabi Musa. Harun bin Imran bin Qahits bin Lawi bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Kisah perjuangan Nabi Harun dimulai setelah misi penyelamatan umat Nabi Musa dari kejaran Fir’aun.

Perjuangan Nabi Harun

www.youtube.com
www.youtube.com

Nabi Harun dan Nabi Musa hidup di jaman kekuasaan Fir’aun. Pemimpin yang mengaku dirinya Tuhan dan bertindak sewenang-wenang. Bahkan membunuh anak laki-laki yang lahir di jaman tersebut. Fir’aun menindas, bahkan memperbudak kaumnya. (Baca Juga: Kisah Nabi Sulaiman A.S dan Ratu Saba’)

Suatu ketika Allah memberi perintah pada Nabi Musa untuk mendakwahi Fir’aun. Namun Nabi Musa tidak berani datang mengingat ia pernah tak sengaja membunuh orang mesir. Ia takut jika ia datang, Fir’aun dan pasukannya akan membunuhnya. Semua resah dan perintah Allah tersebut Nabi Musa sampaikan pada Nabi Harun.

Nabi Musa meminta Nabi Harun untuk turut serta dalam misi dakwahnya pada Fir’aun. Ia meminta Nabi Harun untuk membantunya membebaskan kaum Bani Israil dari Mesir. Sungguh, ini adalah permintaan yang membahagiaan. Dengan siap Nabi Harus menerima permintaan tersebut.

“Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat”.–Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dan Katakanlah, “Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan Kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.–Sesungguhnya telah diwahyukan kepada Kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling.”
(QS. Thaa-haa: 46-48)

Perjuangan Nabi Harun Sepeninggal Nabi Musa

play.google.com
play.google.com

Sepeninggal Nabi Musa, Bani Israil kembali meninggalkan ajaran yang telah disampaikan Nabi Musa. Semua berawal dari perbuatan Samiri yang berusaha mengalihkan keimanan Bani Israil dengan mengumpulkan perhiasan dan membuat patung sapi. (Baca Juga: Kisah yang Menakjubkan dari Nabi Zulkifli Alaihis Salam)

Patung sapi tersebut memiliki rongga, di mana ketika angin masuk melalui satu rongga akan keluar dari rongga yang lain dan mengeluarkan suara. Samiri mengatakan benda bersuara itulah Tuhan mereka. Dengan kebohongan tersebut Bani Israil berhasil terseret dan meninggalkan keimanan mereka pada Allah.

Nabi Harun berusaha mengembalikan keimanan Bani Israil kala itu. Nabi Harun berusaha menasehati. Namun justru cemoohan yang hadir dan nyaris ia dibunuh oleh mereka. Bahkan mereka tidak akan meninggalkan patung sapi tersebut sampai Musa kembali. Sungguh keimanan mereka telah rusak. Mereka menyembah Allah lantaran ada Nabi Musa di dekat mereka, dan ketika Nabi Musa pergi, pergi pula keimanan mereka.

Nabi Musa Kembali dari Misinya

forum.viva.co.id
forum.viva.co.id

Nabi Musa kecewa dan sedih melihat kaumnya telah ingkar. Dalam keadaan marah, ia mendatangi Nabi Harun.

“Hai Harun! Apa yang menghalangi ketika kau melihat mereka telah sesat, Untuk mengikutiku ke gunung Sinai bersama-sama dengan orang yang beriman? Apakah engkau sengaja melanggar perintahku?” (Qur’an surat Thaa-haa 92-93)

Dan Nabi Harun berkata,

“Wahai putera ibuku! Janganlah direnggut janggut dan rambut di kepalaku!  Aku sungguh takut kau akan berkata : “Kau telah memecah belah Bani Israil, dan tak mengindahkan perkataanku lagi.” (Qur’an surat Thaa-haa 94)

Nabi Harun menceritakan kronologi apa yang telah terjadi. Bahkan Allah juga telah memberitahukan pada Nabi Musa bahwa Nabi Harun telah berusaha keras mencegah kehancuran iman kaumnya. Namun usaha keras tersebut tak memberikan hasil apa-apa. Mendengar semua itu membuat hati Nabi Musa damai. Ia nyaris berpikir bahwa saudaranya turut serta dalam perbuatan dosa tersebut.

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.”
(QS. Al A’raaf: 151)

Akhir Perjuangan Nabi Harun

www.androidpit.de
www.androidpit.de

Sejarah mencatat kematian Nabi Harun, di mana ia meninggal 11 bulan sebelum kepergian Nabi Musa. Dalam artian ia telah dipanggil terlebih dahulu oleh Allah di umur yang ke-122 tahun. Tepat sebelum Bani Israil memasuki Palestina. (Baca Juga: Doa Nabi Sulaiman A.S Ketika Bersyukur dan Memohon Dikaruniai Kekayaan)

Sepeninggal Nabi Musa, Bani Israil dipimpin oleh Yusra’ bin Nun. Namun setelah Yusra’ meninggal banyak terjadi perpecahan, bahkan taurat banyak yang dirubah isinya oleh mereka. Disinilh bermula perpecahan Bani Israil.

Baca Juga: Kisah Kelahiran Nabi Isa A.S. Menurut Al-Quran

Video Kisah Nabi Harun