Kisah Nabi Idris A.S. dan Malaikat Izrail

Kisah Nabi Idris – Nabi Idris merupakan nabi ke-2 setelah Nabi Adam. Sejarahwan memperkirakan Nabi Idris hidup 100 tahun setelah wafatnya Nabi Adam, sehingga bisa disimpulkan bahwa kaum Nabi Idris kala itu adalah keturunan Qabil yang terkenal sebagai pembunuh pertama di Bumi. Di mana ketika itu kaum Nabi Idris menyembah api.

Tak banyak diceritakan kisah Nabi Idris dalam Al-Quran. Namun Nabi Idris diangkat menjadi nabi ketika usia 40 tahun. Nabi Idris hijrah ke Mesir bersama umatnya yang beriman saat kaumnya telah banyak yang tak bisa tertolong lagi.

Tak mungkin merubah sesuatu yang sulit, maka Nabi Idris mencari tempat baru, berharap bertemu kaum baru yang mudah diajak ke jalan Allah. Hal ini bukan berarti putus asa. Namun membuang energi pada hal yang sulit tercapai justru akan membuat seseorang putus asa, dan Nabi Idris tak menginginkan hal itu.

Baca Juga: Kisah Nabi Ishaq AS

Nabi Idris dan Malaikat Izrail

Kisah Nabi Idris
serpihanserbukjiwa.blogspot.com

Ketulusan Nabi Idris membuat para malaikat kagum. Malaikat Izrail menyamar menjadi manusia dan bertamu di rumah Nabi Idris. Awalnya Nabi Idris tidak mengetahui identias sang tamu. Namun setelah beberapa hari tamu tersebut menolak tidur dan makan, maka Nabi Idris mulai bertanya-tanya. (Baca Juga: Kisah Nabi Ilyas A.S dan Ilyasa Serta Penduduk Negeri Baalbek)

Nabi Idris kaget bukan main saat mengetahui bahwa tamunya adalah malaikat Izrail, sehingg ia bertanya apakah kedatangan malaikat Izrail adalah untuk mencabut nyawanya. Tidak, malaikat Izrail datang untuk berkunjung atas izin Allah, hanya saja ketika itu Nabi Idris meminta malaikat Izrail untuk mencabut nyawanya, dan Allah menghidupkannya kembali. Nabi Idris ingin merasakan seperti apa sakitnya sakaratul maut.

Allah memenuhi permohonan Nabi Idris. Dengan izin Allah, malaikta Izrail mencabut nyawa Nabi Idris dan Allah menghidupkannya kembali. (Baca Juga: Kisah Nabi Ibrahim AS Mencari Tuhan)

Malaikat Izrail bertanya, “Hai saudaraku, bagaimana rasanya sakaratul maut?”

Nabi Idris menjawab, “Sungguh sakaratul maut itu seperti binatang yang dikuliti hidup-hidup, bahkan seribu kali lebih sakit rasanya.”

Nabi Idris kembali memiliki permintaan pada malaikat Izrail, kali ini ia ingin melihat neraka jahanam, sehingga ia dapat beribadah dengan sungguh-sungguh pada Allah. Dan Allah memberi perintah pada mailaikat Izrail untuk membawa Nabi Idris menuju neraka jahanam. Memperlihatkan apa yang terjadi.

Melihat Surga dan Neraka

Kisah Nabi Idris
indonesiark.blogspot.com

Nabi Idris melihat berbagai penyiksaan yang terjadi di Neraka Jahanam. Mulai dari kala jengking, rantai dan bara api yang siap membakar tubuh penghuninya. Sungguh gambaran kehidupan di luar logika manusia. Tak puas hanya melihat surga, Nabi Idris meminta kepada malaikat untuk mengantarnya melihat surga.

“Wahai malaikat, saya ingin melihat surga, sehingga saya dapat meningkatkan amal ibadah saya kepada Allah.”
“Bagaimana mungkin saya dapat mengantarkanmu melihat surga tanpa izin Allah.”

Allah memenuhi keinginan Nabi Idris untuk melihat surga. Nabi Idris tercengang saat melihat bagaiman keadaan surga, tak terbayangkan oleh akal sehat manusia. Sungguh, suatu kenikmatan yang tak akan pernah dijumpai di dunia. (Baca Juga: Kisah Nabi Hud A.S dan Kaum Aad)

Nabi Idris meninggalkan selipar miliknya di bawah pohon kayu yang ada di surga. Nabi Idris mengatakan pada malaikat maut bahwa seliparnya ketinggalan di surga, sehingga Nabi Idris punya alasan untuk masuk kembali dalam surga dan tidak berkeinginan untuk keluar.

Malaikat berteriak memanggil agar Nabi Idris keluar dari surga. Namun Nabi Idris tetap tidak ingin keluar. Di kisahkan bahwa Nabi Idris berada di langit ke-empat. Dalam sebuah hadits dijelaskan.

“… Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jibril menjawab: Dia telah diutus. Kami pun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman Kami mengangkatnya pada tempat (martabat) yang tinggi….”(Shahih Muslim 1:309 dan 1:314).

Dikisahkan pula bahwa Nabi Idris hidup sampai 360 tahun, dan bersahabat dekat dengan malaikat penghuni surga.

Video Kisah Nabi Idris A.S