Kisah Nabi Ilyas A.S dan Ilyasa Serta Penduduk Negeri Baalbek

Kisah Nabi Ilyas – Dalam kisah dan cerita juga merupakan kisah teladan yang juga bisa menjadi renungan kita bersama karena dalam sejarah para nabi dan Rasul kehadiran mereka memang memiliki mandat atau amanat yang harus dijalankan sebagaimana mestinya.

Kisah Nabi Ilyas as ini diceritakan bahwa Nabi Ilyas telah diutus oleh Allah SWT untuk mengingatkan kaum Bani Israil yang kufur, yaitu penduduk negeri Baalbek, sebuah darah di Libanon. Mereka menyembah berhala bernama Baal.

Nabi Ilyas A.S merupakan nabi yang diutus oleh Allah SWT untuk mengingatkan kaum Bani Israil yang kufur, yaitu para penduduk suatu negeri yang bernama negeri Baalbek. Negeri tersebut penduduknya menyembah berhala.

Baca Juga: Kisah Nabi Ishaq AS

Nabi Ilyas A.S adalah keturunan keempat dari Nabi Harun A.S. Ia adalah putra Yasin bin Fanhash bin Aizar bin Harun. Nabi Ilyas A.S berdakwah untuk mengingatkan para penduduk negeri Baalbek. Namun, mereka tidak menghiraukan apa yang dikatakan Nabi Ilyas A.S. cerita lengkapnya bisa dibaca diartikel berikut ini.

Nabi Ilyas dan Penduduk Baalbek

arnikumalasari.wordpress.com
arnikumalasari.wordpress.com

Baalbek merupakan suatu negri di Negara Lebanon saat ini. Penduduk negri ini tidak beriman kepada Allah, mereka menyembah berhala bernama Ba’al. (Baca Juga: Kisah Nabi Ibrahim AS Mencari Tuhan)

Nabi Ilyas menyeru di antara mereka. Namun perjuangan dakwah tak berjalan mudah, selalu ada tantangan dan hujatan. Begitupun Nabi Ilyas yang merupakan keturunan Nabi Harun, atau dalam sejarah disebutkan sebagai keturunan ke-empat dari Nabi Harun.

“Dan sesungguhnya Ilyas termasuk salah seorang dari rasul-rasul. (Ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: ‘Mengapa kamu tidak bertakwa? Pantaskah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, yaitu Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?’ Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka), kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di halangan orang-orang yang datang kemudian. (Yaitu) kesejahteran dilimpahkan atas Ilyas? Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan hepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS. Ash-Shaffat: 123-132)

Penduduk Negeri Baalbak adalah kaum yang sangat ingkar pada kebenaran yang dibawa Nabi Ilyas. Mereka tak ubahnya dengan kaum ingkar terdahulu yang mendapat azab dari Allah, dan kali ini mereka mengulang hal yang sama. Mencoba sejauh mana kebenaran yang dibawa Nabi Ilyas kala itu. Seruan yang diabaikan, bahkan cacian dan hinaan tak berhenti mencoba menghalangi perjalanan dakwah sang nabi.

Allah tidak pernah membiarkan umat perusak hidup lebih lama di bumi, dan azab itu turun menghantam penduduk negeri Baalbak. Nabi Ilyas berdoa memohon pertolongan Allah atas kondisi yang telah terjadi, dan sungguh azab itu adalah kejadian nyata yang pasti akan terjadi pada siapa saja yang ingkar. (Baca Juga: Kisah Nabi Idris A.S dan Malaikat Izrail)

Azab Allah berupa kekeringan selama tiga tahun menimpa penduduk Negeri Baalbak. Mula-mula mereka enggan untuk bertaubat. Namun situasi buruk terus berlanjut sampai akhirnya mereka sadar dan bersedia meninggalkan berhala yang mereka sembah. Nabi Ilyas pun berdoa pada Allah untuk menurunkan hujan. Setelah hujan turun, dan situasi kembali normal, kemunafikan kembali berlangsung. Mereka enggan menyembah Allah dan kembali memuja berhala.

Kekufuran yang tak lagi mampu dibendung tersebut membuat Nabi Ilyas kembali berdoa agar azab Allah menimpa mereka, dan kali ini azab Allah benar-benar turun lebih besar dari sebelumnya.

Nabi Ilyasa Meneruskan Perjuangan Nabi Ilyas

www.youtube.com
www.youtube.com

Ilyasa, merupakan nabi yang meneruskan perjuangan Nabi Ilyas. Dia yang berjuang mencerahkan kaum Ba’al agar tetap beriman kepada Allah. Nabi Ilyasa sendiri merupakan anak angkat Nabi Ilyas, atau lebih tepatnya pengikut beriman Nabi Ilyas.

“Adapun Ismail, Ilyasa, Yunus dan Luth, semuanya itu telah Kami berikan kepadanya kelebihan derajatnya di atas umat (di masanya)”. (QS. Al-An’am : 86)

Nabi Ilyasa berasal dari kaum Bani Israil. Satu garis keturunan dengan Nabi Musa. Dikisahkan bahwa Nabi Ilyas pernah menolong Ilyasa yang masih kecil ketika sedang sakit. Bermula dari sanalah Ilyasa menjadi pengikutnya dan berjuang dalam dakwah panjang Nabi Ilyas. (Baca Juga: Kisah Nabi Hud A.S dan Kaum Aad)

Nabi Ilyasa selalu berpegang teguh pada ajaran Allah. Ia melihat manusia begitu mudah ingkar dan keluar dari kebenaran, sebab itu ia berupaya keras mempertahankan apa yang sudah diperjuangkan Nabi Ilyas sebelumnya.

”Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik”. (QS. Shaad : 48)

Pengingkaran mulai terlihat setelah Nabi Ilyas meninggal, dan di sinilah dimulai perjuangan Nabi Ilyasa. Diceritakan pula dalam kitab taurot bahwa Nabi Ilyasa menghadapi raja Bani Israil. Nabi Ilyasa berusaha menyeru dan memohon kepada Allah untuk menunjukkan kebenaran pada mereka. Namun justru mereka menganggap Nabi Ilyasa sebagai tukang sihir.

Hari berganti. Nabi Ilyasa seakan tak peduli ocehan kaumnya. Ia tetap meneruskan dakwah-nya sampai kaumnya kembali ke jalan yang benar. Kembali dengan ajaran yang pernah Nabi Ilyas perjuangkan. Perjuangan dakwah terus berlanjut sampai pada akhirnya kaum Nabi Ilyasa kembali beriman. Namun setelah Nabi Ilyasa meninggal, pengingkaran demi pengingkaran kembali terulang. Penyembahan terhadap berhala kembali dilakukan oleh generasi demi generasi yang baru, dan dimulailah perjuangan sang Nabi selanjutnya Nabi Yunus.

Video Kisah Nabi Ilyas A.S