Kisah Kelahiran Nabi Isa A.S. Menurut Al-Quran

Kisah Nabi Isa – Masih ingat dengan Maryam bin Imran? Sang wanita suci yang disebut Allah dalam Al-Qur’an. Dialah wanita yang dari rahimnya akan terlahir sang nabi yang mengubah hampir separuh pemikiran orang di dunia ini. Nabi yang paling berpengaruh setelah Rasulullah. Dialah Nabi Isa, atau orang Nasrani menyebutnya Al-Masih.

Hari itu, seekor burung datang, dan hinggap di jendela Mihrab tempat Maryam beribadah. Burung tersebut terjun ke air, dan mandi di sana. Melihat hal itu Maryam teringat bahwa dia belum menyirami tumbuhan yang tumbuh di luar Mihrab. Tumbuhan yang entah sejak kapan berada di sana, tumbuh secara tiba-tiba. Tepat ketika Maryam hendak keluar dari Mihrab, Malaikat memanggilnya.

“Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).”  (QS. Ali ‘Imran: 42)

Maryam kaget dan pucat seketika. Mihrab dipenuhi dengan cahaya dan kalimat-kalimat dari para malikat. Detik itu juga, Mayram benar-benar merasakan perubahan dalam fisiknya. Ia merasa akan memikul tanggung jawab yang amat besar.

“Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang ruku.” (QS. Ali ‘Imran: 43)

Maryam Didatangi Malaikat Jibril

Kisah Nabi Idris
serpihanserbukjiwa.blogspot.com

Bersujud-lah Maryam hingga malam tiba. Datanglah seorang lelaki yang membuat Maryam seketika ketakutan. Ia bahkan tak berani melihat siapa lelaki yang sedang berdiri tak jauh darinya. Namun dalam hati ia merasa bahwa lelaki itu memiliki kemuliyaan. (Baca Juga: Kisah Nabi Sulaiman A.S dan Ratu Saba’)

Dahinya memancarkan cahaya yang lebih terang dari cahaya bulan. Maryam bertanya dalam hati, siapa gerangan? Seolah lelaki itu mengetahui jalan pikiran Maryam. Berkatalah lelaki tersebut, “Salam kepadamu wahai Maryam.”

“Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS. Maryam: 19)

Maryam pun mengangkat wajahnya. Kini ia yakin bahwa lelaki yang sedang berdiri tersebut adalah jibril. Dari dahinya memancarkan cahaya agung, wujud dari sujud selama jutaan tahun. Maryam ingat bahwa dirinya adalah seorang perawan yang bahkan belum pernah dilamar apalagi disentuh oleh seorang lelaki, lalu bagaimana mungkin ia memiliki anak?

“Maryam berkata: Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” (QS. Maryam: 20)

Jibril menjawab,

“Demikianlah Tuhanmu berfirman: ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputushan.”‘ (QS. Maryam: 21)

Jibril pun mengangkat tangannya, menghempaskan cahaya ke arah Maryam, dan cahaya tersebut memasuki tubuh Maryam. Sungguh, seketika tubuh Maryam menggigil. Tanpa pikir panjang Maryam berlari memasuki Mihrab, ia pun menangis dalam sholatnya.

Baca Juga: Kisah Nabi Harun dalam Usahanya Membantu Perjuangan Nabi Musa

Maryam Mengandung Isa

plus.google.com
plus.google.com

Hari demi hari berlalu, dan Maryam mulai mengandung. Namun ini sangat berbeda dengan kondisi kandungan pada umumnya. Maryam tidak merasakan berat ataupun sakit. Bahkan perutnya tidak membesar. Ia seperti wanita normal, hingga tibalah bulan ke sembilan. (Baca Juga: Kisah yang Menakjubkan dari Nabi Zulkifli Alaihis Salam)

Suatu hari dalam sebuah perjalanan, Maryam merasakan sesuatu besar akan terjadi pada dirinya. ia beristirahat di bawah pohon kurma. Ia mulai merasakan rasa sakit, dan berpikir bagaimana masa depan anaknya nanti yang lahir tanpa seorang ayah. Pastilah orang di luar sana akan menggunjing dan sebagainya.

“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: ‘Aduhai alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.” (QS. Maryam: 23)

Tidak lama setelah itu, di saat kondisi pikiran dan hati Maryam berkecamuk memikirkan bagaimana kehidupan dirinya setelah ia melahirkan, justru bayi yang baru saja terlahir dalam kandungannya membuatnya kaget bukan main, karena ia telah mampu berbicara,

“Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan mengugurkan buah kurma yang masak kepadamu makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakantah: ‘Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.'” (QS. Maryam: 24-26)

Nyaris Maryam tak percaya dengan apa yang ia lihat. Namun ia tahu pastilah segala sesuatu yang terjadi padanya atas kehendak Allah. Ia pun mengoyangkan pohon kurma. Maryam pun makan dan memangku anaknya dengan penuh cinta kasih.

Baca Juga: Doa Nabi Sulaiman A.S Ketika Bersyukur dan Memohon Dikaruniai Kekayaan

Maryam dituduh Melacur

www.binaimananak.com
www.binaimananak.com

Maryam kembali pada kaumnya dalam keadaan takut. Maryam dituduh melacur, dan anak yang bersamanya adalah buah dari perbuatan buruknya. Maryam dihujat sana-sini. tak sepantasnya seorang gadis yang tumbuh dari lingkungan baik memiliki anak tanpa ayah. Maryam pun menyerahkan semua urusan pada Allah, sampai akhirnya bayi Isa bersuara,

“Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku al-Kitab (injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikanku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadamu, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. ” (QS. Maryam: 30-33)

Seketika para pendeta dan kalangan Yahudi yang melihat berwajah pucat. Kaget bukan main. Mereka benar-benar melihat mukjizat Allah secara nyata.

Video Kisah Nabi Isa AS