Kisah Nabi Ismail AS dengan Kesabarannya

Kisah Nabi Ismail – Nabi Ismail merupakan anak dari Istri Nabi Ibrahim yang kedua bernama Hajar. Atas perintah dari Allah, Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar bersama Ismail di tengah lembah tandus yang tidak terdapat sumber air sama sekali. Ketataan Nabi Ibrahim pada Allah membuatnya rela meninggalkan Ismail yang paling dicintai.

Dalam surat Ibrahim ayat 37, Allah berfirman,

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka reziki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur”.

Ismail dan Air Zam-zam

Sumur Zam Zam
www.cahayaquran.com

Bekal air yang menjadi persediaan Hajar selama tinggal di gurun tandus tersebut habis. Ia mulai kebingungan. Apalagi Ismail yang masih bayi mulai merengek meminta minum. Tak tega melihat Ismail yang terus menangis, Hajar memutuskan untuk meninggalkan Ismail demi mencari sumber air.

Ia berlari dari Shafa, tapi tak menemukan apa-apa. kemudian ia kembali berlari menuju bukit marwa yang ketika itu seolah-olah Hajar melihat air. Namun kenyataan tak sesuai harapan. Tidak ada air sama sekali. Usaha Hajar berlari dari bukit Shafa ke bukit Marwa berlangsung hingga tujuh kali. (Baca Juga: Kisah Nabi Musa A.S Melawan Fir’aun)

Merasa putus asa, akhirnya Hajar berdoa pada Allah untuk menjaga Ismail. Doa tersebut dikabulkan oleh Allah, dan singkat cerita, justru sumber air ditemukan dibawah kaki Ismail sesaat setelah kaki Ismail menghentak-hentakkan di tanah.

Kisah Nabi Ismail Disembelih

Kisah Nabi Ismail
www.renmuhammadsatriany.com

Kembali kesetiaan Nabi Ibrahim pada Allah diuji. Saat itu Ismail telah beranjak dewasa. Nabi Ibrahim kembali mendapat perintah dari Allah melalui mimpi untuk menyembelih Ismail. Nabi Ibrahim menyampaikan perintah tersebut pada Ismail.

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab: ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu: Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.'” (QS. ash-Shaffat: 102)

Ismail dengan ikhlas dan sabar bersedia menerima setiap keputusan jika memang itu benar dari Allah.
Allah berfirman dalam suatu surat,

“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh keluarganya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.” (QS. Maryam: 54-55)

Saat penyembelihan itu pun tiba. Ada rasa berat. Namun ketaatannya pada Allah melampaui hal itu. apalagi Ismail dengan ikhlas menerima. Maka tidak ada alasan lagi untuk berhenti. Nabi Ibrahim menutup mata Ismail yang sudah berbaring. Air mata Nabi Ibrahim mengalir saat proses penyembelihan itu akan berlangsung. Diangkatlah sang pedang, siap menebas. Namun Allah berkehendak lain. (Baca Juga: Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom)

Pedang tajam yang digunakan Nabi Ibrahim mendadak tidak mampu menebas. Di sinilah mujizat Allah datang. Allah hanya ingin menguji mereka, dan terbukti bahwa ketaatan mereka terhadap Allah melampaui cinta antara ayah dan anak. Dan Allah mengganti tubuh Ismail yang hendak di tebas dengan seekor kambing. Bermula dari kisah inilah penyembelihan hewan qurban berlangsung hingga saat ini.

Ismail dan Pernikahannya

Menikah
www.infobacan.com

Suatu hari Nabi Ibrahim bertanya pada Istri Nabi Ismail saat berkunjung. Nabi Ibrahim menanyakan bagaimana kondisi keluarga mereka. Namun jawaban yang keluar dari mulut istri Nabi Ismail bukan jawaban yang menenangkan, justru sebaliknya. Istri Nabi Ismail mengadukan kesulitan hidup yang ia jalani selama ini. Nabi Ibrahim pun berkata, “Jika suamimu datang, perintahkanlah dia untuk mengubah gerbang pintunya.”

Baca Juga: Kisah Nabi Syu’aib A.S dan Penduduk Madyan

Singkat cerita, perintah Nabi Ibrahim tersebut adalah solusi untuk menyelesaikan kesempitan hidup mereka. Istri Nabi Ismail menceritakan semua pada suaminya, dan Nabi Ismail pun berkata, “Ayahku memerintahkanku untuk mengembalikan kamu pada keluargamu.”

Nabi Ismail menikah kembali dengan istri kedua yang lebih menerima bagaimana kondisi kehidupan mereka. Suatu hari Nabi Ibrahim kembali berkunjung ke rumah Nabi Ismail. Ia kembali menanyakan pertanyaan sama seperti yang ia tanyakan pada istri pertama Nabi Ismail, dan kali ini jawaban berbeda keluar. Jawaban yang ditunggu-tunggu Nabi Ibrahim.  (Baca Juga: Kisah Nabi Saleh AS dan Kaum Tsamud)

Nabi Ismail kian dewasa, dan Allah memerintahkan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim untuk membangun baitullah. Bangunan yang kini menjadi pusat beribadatan seluruh umat manusia, bangunan itu adalah ka’bah di Mekah.

Video Kisah Nabi Ismail A.S