Kisah Nabi Syu’aib A.S dan Penduduk Madyan

“Dan kepada (penduduk) Madyan (kami utus) saudara mereka, Syu ‘aib. Ia berkata: ‘Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia.” (QS. Hud: 84)

Kisah Nabi Syuaib – Madya merupakan suatu daerah di jazirah arab yaitu Syiria, Yordania saat ini. Di mana penduduk Madya menyembah berhala yang terletak di tengah padang pasir. Berhala tersebut mereka beri nama Aikah. Berhala besar inilah yang mereka agung-agungkan di tengah kondisi moral yang juga kian terpuruk.

Penduduk Madya merupakan orang-orang kafir yang memiliki hobi merampok, membajak dan berbuat kemaksiatan. Bahkan dalam hal perdagangan mereka sering melakukan kecurangan seperti mengurangi hasil dari timbangan.

“Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).” (QS. Hud: 84)

Nabi Syu’aib berjuang di tengah masyarakat tersebut. Ia mencoba menyeru kepada mereka agar berlaku adil dan jujur. Namun seruan tersebut sama sekali tidak dihiraukan. Bahkan penduduk Madya berpikir bahwa mengurangi hasil timbangan adalah prestasi seorang penjual. Hal yang justru patut dibanggakan.

Baca Juga: Kisah Nabi Musa A.S Melawan Fir’aun

Meskipun mereka tak menghiraukan, tapi Nabi Syuaib tetap setia dan sabar menyeru kebenaran. Tak lupa Nabi Syu’aib juga mengatakan akibat buruk yang akan terjadi bila mana mereka tetap hidup dalam kondisi seperti itu.

“Mereka berkata: ‘Hai Syu’aib, apakah agamamu yang menyuruh agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang tangan berbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal ” (QS. Hud: 87)

Masalah yang sedang dialami Nabi Syu’aib adalah muamalah buruk yang dilakukan kaumnya. Di sinilah bermula cara-cara licik untuk memisahka ekonomi dan Islam. Menganggap bahwa Agama Islam hanya nilai klasik yang tak ada sangkut-pautnya dengan tata kehidupan. (Baca Juga: Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom)

Kisah Nabi Syu’aib A.S dalam Dakwah

gnomepath.blogspot.com
gnomepath.blogspot.com

Kemungkaran yang dilakukan penduduk Madya kian parah. Mereka tak hanya mengabaikan, kini ejekan demi ejekan mereka lontarkan sebagai serangan balik atas seruan Nabi Syu’aib.

“Kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami akan merajammu.” (QS. Hud: 91)

Penduduk Madya siap menggali kuburan Nabi Syu’aib jika dakwah yang disampaikan tak segera dihentikan. Kalau bukan karena keluarga, maka pembunuhan itu tak perlu diragukan lagi. Namun menghadapi ancaman seperti itu Nabi Syu’aib tetap bersikap sabar dan tulus dalam berdakwah. Ia tak bergeser sedikitpun dari perjuangan mulia tersebut.

“Syu ‘aib menjawab: ‘Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah. ” (QS. Hud: 92)

Kemarahan mulai memuncak mendengar pernyataan Nabi Syu’aib. Mereka berencana untuk mengusir Nabi Syu’aib dari Madya. Mereka menggunakan ancaman licik dan memberi pilihan pada Nabi Syu’aib antara pergi dari Madya dengan keadaan hina atau tetap tinggal di Mayda dengan syarat tetap menyembah berhala. Tak hanya itu, mereka bahkan meminta agar Allah menurunkan azab pada mereka sebagai bukti bahwa Nabi Syu’aib adalah benar.

Baca Juga: Kisah Nabi Ismail AS dengan Kesabarannya

Penduduk Madyan dan Azab dari Allah

www.syahida.com
www.syahida.com

Allah menurunkan wahyu agar Nabi Syu’aib meninggalkan Madyan bersama pengikutnya yang beriman. Azab yang diminta penduduk Madyan akan segera datang.

“Dan tatkala datang azab Kami. Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari kami, dan orang-orang lalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaan bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa.” (QS. Hud: 94-95)

Allah menurunkan azab berupa kemarau yang mencekik. Membuat mereka nyaris mati kehausan meskipun mereka memiliki banyak persediaan air untuk diminum. Panas menyengat yang luar biasa menyiksa, membuat kulit mereka kering terkelupas. (Baca Juga: Kisah Nabi Saleh AS dan Kaum Tsamud)

Tak lama setelah musibah kemarau tersebut, Allah kembali menurunkan azab berupa gumpalan awan hitam. Mereka berpikir hujan akan turun dan penderitaan selama kemarau akan segera usai. Namun justru di sinilah letak azab Allah sesungguhnya.

Gumpalan awan tersebut mengeluarkan kilat dan suara badai yang memekakan telinga. Bumi mulai bergerak, berguncang dan menghancurkan mereka. Tak tersisa satupun.

Video Kisah Nabi Syuaib