Kisah Perjalanan Hidup Nabi Yahya ‘Alaihis Sallam

Kisah Nabi Yahya – Nabi Yahya merupakan putra dari Nabi Zakaria. Ia bayi yang lahir di saat umur Nabi Zakaria telah lanjut usia, juga seorang bayi yang telah diberi nama langsung oleh Allah, yaitu Yahya. Yahya diberikan rasa cinta di sisi Allah, bahkan ilmu yang amat luas, di mana dalam ilmu tersebut terkandung kecintaan terhadap makhluk hidup.

Al-Hanan, merupakan cinta yang bersumber dari ilmu. Dalam hal ini Yahya menjadi cerminan dari cinta, dan ibadah. Ia dicintai oleh seluruh mkhluk yang tercipta di dunia ini, gunung, tanaman, burung bahkan hewan pun mencintainya. (Baca Juga: Inilah Keistimewaan Do’a Nabi Yusuf)

Dia-lah Yahya, yang bahkan dalam firman Allah telah dijelaskan tidak ada yang serupa dengannya.

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (memperoleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS. Maryam: 7)

Kelahiran Yahya dipenuhi banyak berkah bahkan mukjizat. Ketika itu palestina sedang dalam kondisi musim semi. Hamparan tanah hijau yang memberikan kesegaran dan membuat burung-burung pun tak berhenti bernyanyi. Seolah menyambut kelahiran sang nabi. Yahya lahir di masa kesecian, di mana Maryam adalah simbol kesucian kala itu.

Masa Kecil Nabi Yahya

Kisah Nabi Yahya
www.flickr.com

Masa kecil Yahya berbeda dengan anak pada umumnya yang dihabiskan untuk bermain. Yahya kecil tumbuh dalam kasih sayang yang luar biasa. Ketika anak-anak yang lain senang menyiksa bahkan membunuh binatang. Namun berbeda dengan Yahya yang lebih senang memberi makan dan menyayangi mereka. Bahkan ia merelakan makannya untuk makhluk hidup yang lain, sedang dirinya memilih makan daun atau buah dari pohon.

Baca Juga: Do’a Nabi Yunus AS dalam Perut Ikan Paus

Menginjak dewasa, cinta kasih yang tumbuh subur dalam hatinya terlihat jelas dari wajah dan akhlaknya. Sejak kecil ia telah rajin membaca, dan menggali ilmu. Ia sering membaca dan mempelajari kitab taurat.

Yahya merupakan sosok manusia paling alim dan paling banyak menerima cinta kasih. Begitu banyak ilmu dan cinta yang ia miliki membuat Yahya semakin senang belajar banyak hal, termasuk ilmu syariat. Ia bahkan mampu menjelaskan berbagai persoalan dalam kehidupan. Ia telah memperkenalkan jalan kebenaran sejak kecil di lingkungannya. Semakin ia dewasa, maka ilmu yang ia pelajari semakin banyak.

Dalam gelombang kasih sayang yang begitu besar ia dapatkan dari lingkungan sekitarnya tak membuat Yahya lalai dan meninggalkan Allah, justru ia mendapatkan ketenangan dan kedamaian yang jauh lebih besar saat ia menyendiri di gua-gua untuk berkhalwat (berduaan) kepada Allah. Ia minum air dari sungai dan memakan daun-daunan dari pohon yang ia jumpai. Sungguh kecintaannya pada Allah menjadikannya zuhud.

Baca Juga: Kisah Nabi Zakaria dan Putri Imran

Dalam kesendiriannya, ia berzikir, beribadah dan memuji Allah tanpa henti. Begitulah kebahagiaan sejati yang ia rasakan. Jauh lebih bahagia daripada berkumpul bersama orang-orang yang mencintainya.

Bahkan Singa dan Serigala pun Menghormatinya

www.katakataku.com
www.katakataku.com

Dikisahkan pada suatu ketika Yahya ingin menyendiri di dalam gua, ia menemukan ada hewan buas di sana. Namun karena kesibukan dan konsentrasinya dalam berzikir, dan beribadah, ia tak memperhatikan hewan buas tersebut, sampai pada akhirnya hewan buas tersebut menyadari bahwa manusia yang sedang beribadah adalah seorang nabi Allah. Hewan buat tersebut pun tertunduk dan perlahan meninggalkan gua,

Pergulatan antara Yahya dan Raja Damaskus

mahayuge.blogspot.com
mahayuge.blogspot.com

Penguasa di jaman itu adalah seorang yang sempit akalnya. Dalam hadits Ibnu Katsir dikisahkan bahwa raja Damaskus berniat menikahi wanita-wanita yang halal atau mahram mereka. Hal ini ditentang keras oleh Yahya. Dari sinilah bermula perjuangan Yahya yang sesungguhnya.

Baca Juga: Kisah Nabi Yunus di dalam Perut Ikan

Seorang wanita meminta mendapatkan hadiah dari raja berupa darah Yahya. Maka pembunuhan terhadap Yahya pun dimulai. Dikirimkanlah seorang utusan untuk membunuh Yahya. Namun dalam hal ini Al-Quran tidak menjelaskan bagaimana proses pembunuhan tersebut. Hanya saja, Firman Allah dalam suatu ayat menjelaskan,

“Sesungguhnya kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).”
(QS. Ghofir : 51 – 52)

Maka Allah pasti memiliki kerahasiaan tersendiri bagaimana kisah kematian Nabi Yahya. Bukan cerita yang dibuat-buat hanya berdasarkan sepenggal ayat.

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Yusuf : 111)

Video Kisah Nabi Yahya

https://www.youtube.com/watch?v=ShXVrSgz5pw