Kisah Nabi Yunus di dalam Perut Ikan

Kisah Nabi Yunus – Kadang, tak setiap nabi mampu menanggung penderitaan yang begitu berat, yang tidak pernah berputus asa. Mereka tetaplah manusia, dan manusia adalah tempatnya salah kecuali Rasulullah. Nabi Yunus adalah salah satunya. Ketika sebuah kemarahan dan keputusasaan atas kaumnya tak lagi mampu ia tahan.

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya) maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: ‘Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang lalim.'” (QS. al-Anbiya’: 87)

Nabi Yunus Meninggalkan Kaumnya

gnomepath.blogspot.co.id
gnomepath.blogspot.co.id

Nabi Yunus berusaha membuat kaumnya beriman. Namun tak seorangpun yang mengikutinya. Tak hanya menolak, mereka juga menghina dan mengolok-olok Nabi Yunus. Sebelum kemarahan itu datang, Nabi Yunus telah menyampaikan pula bagaimana kaum yang tidak beriman akan mendapat azab dari Allah. Tidak ada perubahan sekalipun Nabi Yunus kehabisan suaranya, dan hal inilah yang membuat Nabi Yunus amat terpukul, dan marah. Nabi Yunus pun memutuskan untuk pergi meninggalkan kaumnya.

Baca Juga: Inilah Keistimewaan Do’a Nabi Yusuf

Ia menuju tepi pantai dan menaiki perahu dalam keadaan jiwa terguncang. Sedang di saat yang sama Allah belum memberikan perintah untuk meninggalkan tempat tersebut, meninggalkan kaumnya. Nabi Yunus lupa, bahwa seorang nabi bertugas untuk terus berdakwah, entah kelak mereka akan beriman semua atau sebaliknya, semua bukan menjadi tanggungjawabnya. Nabi Yunus lupa bahwa manusia hanya berusaha dan Allah-lah yang memutuskan semua perkara. Ia lupa pula bahwa ia sama halnya dengan lari dari ketentuan Allah.

Nabi Yunus Dibuang ke Laut

gnomepath.blogspot.co.id
gnomepath.blogspot.co.id

Langit nampak mendung saat itu, sedang perahu yang dinaiki Nabi Yunus tetap berlayar. Tidak ada makanan atau perbekalan yang lain. Tidak ada teman atau siapapun yang ia kenal dalam perahu tersebut. Ia seorang diri dalam keterpurukan hati kronik. (Baca Juga: Do’a Nabi Yunus AS dalam Perut Ikan Paus)

Hatinya sedang bergejolak, tidak tenang dan dalam keputusasaan atas kaum yang ingkar. Dalam perahu tersebut ia berusaha mencari ketenangan, beristirahat sejenak. Namun justru pergulatan hebat dalam batinnya kian parah. Ia merasa seolah kamar tempat ia beristirahat akan runtuh dan menimpa dirinya.

Tibalah waktu pasang. Kegelapan pun datang, dan angin bertiup amat mengerikan. Lautan mulai berubah. Angin yang cukup kencang nyaris menghancurkan perahu. Ombak besar datang, meninggi seumpama bukit dan turun seumpama sebuah lembah. Siap menerjang apa saja yang hadir di hadapannya. Perahu yang dinaiki Nabi Yunus mulai terguncang. Sang Nahkoda meminta untuk mengurangi jumlah muatan agar perahu tidak tenggelam. Sebuah undian berlangsung. Barang siapa yang namanya keluar dari undian tersebut akan dibuang ke laut.

Baca Juga: Kisah Nabi Zakaria dan Putri Imran

Nama Nabi Yunus keluar sebanyak tiga kali pengulangan. Maka Nabi Yunus mau tak mau harus tunduk dengan peraturan yang ada. Nabi Yunus terjun seperti sampan yang kehilangan arah tujuan. Sebuah peristiwa besar terjadi. Nabi Yunus tak pernah menyangka akan berhadapan dengan ikan paus yang siap menelan tubuhnya. Malam itu juga, Allah mengizinkan sang ikan menelan Nabi Yusuf dalam keadaan hidup-hidup.

Nabi Yunus dalam Perut Ikan Paus

msarief.faa.im
msarief.faa.im

Nabi Yunus amat kaget saat dirinya sadar telah berada di dalam perut ikan paus. Kegelapan dalam perut ikan paus membuatnya tersadar bahwa Allah sedang memberinya pelajaran hidup. (Baca Juga: Kisah Perjalanan Hidup Nabi Yahya ‘Alaihis Sallam)

Nabi Yunus mulai menangis dan bertasbih kepada Allah. Beliau mulai melakukan perjalanan menuju Allah saat beliau terpenjara di dalam tiga kegelapan. Hatinya mulai bergerak untuk bertasbih kepada Allah, dan lisannya pun mulai mengikutinya. Beliau mengatakan:

“Tiada Tuhan selain Engkau ya Allah. Wahai Yang Maha Suci. Sesungguhnya aku termasuk orang yang menganiaya diri sendiri.” (QS. Hud: 87)

Nabi Yunus menangis, ia merasa amat menyesal. Dalam kegelapan tersebut Nabi Yunus tak berhenti bertasbih dan menangis. Ia berpuasa dan berbuka dengan bertasbih. Tak hanya itu, bahkan ikan yang berada di dasar laut turut bertasbih dengan bahasa mereka. Allah pun menurunkan perintah untuk mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan paus tersebut.

“Sesungguhnya Yunus beriar-benar salah seorang rasul. (Ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya ia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (QS. ash-Shaffat: 139-148)

Allah memberi satu pelajaran berharga pada Nabi Yunus dan kita semua, bahwasanya manusia hanya berusaha, dan tetap Allah penentu segalanya. Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah, karena setiap perjuangan berat pasti akan berakhir dengan keberhasilan besar.

Video Kisah Nabi Yunus