Kisah Nabi Zakaria dan Putri Imran

Kisah Nabi Zakaria – Di zaman itu hiduplah sang nabi bernama Zakaria dan seorang alim bernama Imran. Imran yang sudah lanjut usia berharap memiliki keturunan. Ia berdoa kepada Allah agar kelak dikaruniai seorang anak laki-laki. Istri Imran bahkan bernazar jika kelak lahir keturunan dari rahimnya, maka anak tersebut akan diserahkan kepada Allah, hingga suatu hari Allah benar-benar mengabulkan doa tersebut. Istri Imran hamil.

“(Ingatlah) ketika istri Imran berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi anak yang saleh dan berkhidmat (di Baitil Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'” (QS. Ali ‘Imran: 35)

Maryam Sang Wanita Suci

www.binaimananak.com
www.binaimananak.com

Suatu hari, Istri Imran melahirkan seorang anak perempuan. Meskipun tak sesuai dengan keinginan awal istri Imran yang menginginkan anak laki-laki. Namun sang istri tetap akan mengabdikan sang anak sepenuhnya pada Allah. Dialah yang bernama Maryam.

“Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu, dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam.” (QS. Ali Imran: 36)

Allah mengetahui bagaimana keinginan mulia istri Imran, maka Allah pun menyambut Maryam, dan berkehendak menjadikan dia wanita paling mulia di muka bumi. Menjadikannya wanita terbaik, dan dari rahimnya-lah kelak akan lahir sosok nabi yang memberi banyak perubahan pada agama yang berkembang di dunia saat ini.

Baca Juga: Inilah Keistimewaan Do’a Nabi Yusuf

Imran sendiri telah meninggal sebelum Maryam dilahirkan. Beberapa orang berebut ingin merawat dan membesarkan Maryam yang merupakan keturunan orang terhormat. Namun disaat yang sama Nabi Zakaria juga berkeinginan untuk merawatnya. Akhirnya dilakukanlah sebuah undian. Nabi Zakaria-lah yang memenangkan undian tersebut, sehingga Maryam-pun diserahkan padanya.

Sejak kecil Maryam dibesarkan dalam Mihrab, dan ditugaskan untuk beribadah semata kepada Allah. Suatu hari Nabi Zakaria bermaksud menjenguknya. Sebuah peristiwa besar terjadi, Nabi Zakaria kaget saat melihat buah-buahan telah tersedia di dalam mihrab tersebut. Padahal tak seorangpun diperbolehkan memasuki mihrab selain dirinya. Tidak hanya sekali, hal ini telah berlangsung beberapa kali setiap Nabi Zakaria masuk menemui Maryam, ia selalu melihat buah-buahan di sana.

“Setiap Zakaria masuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya.” (QS.Ali ‘Imran: 37)

Nabi Zakaria pun bertanya, “Wahai Maryam, dari mana kau memperoleh makanan ini?” dan Maryam menjawab, “Makanan ini dari sisi Allah.”

Maha suci Allah atas segala sesuatu. Setelah melihat semua itu semakin besar pula keinginan Nabi Zakaria untuk mendapatkan keturunan. Mengingat ia sendiri belum mmiliki keturunan, dan istrinya adalah perempuan mandul. Nabi Zakaria pun berdoa, karena ia yakin setiap ketentuan ada di tangan Allah.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Hidup Nabi Yahya ‘Alaihis Sallam

Sebagai Nabi, tentulah ia merasa amat khawatir jika tidak memiliki keturunan, oleh karena itu tanpa mengangkat tangan tinggi dan suara keras, Nabi Zakaria berdoa dengan kusyu. Allah memahami dan mengabulkan doa tersebut.

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (memperoleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS. Maryam: 7)

Nabi Zakaria begitu bahagia mendengar berita tersebut. Saking bahagianya, Nabi Zakaria pun bertanya,

“Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua.”  (QS.Maryam: 8)

Para malaikat memberi kabar bahwa semua terjadi atas kehendak Allah. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah telah memutuskan mungkin. Semua bisa berubah dengan mudah jika Allah berkehendak.

Allah memberi tanda-tanda akan lahirnya seorang anak laki-laki yang kelak akan menggantikan perjuangan Nabi Zakaria. Tanda-tanda tersebut adalah tiga hari di mana Nabi Zakaria tidak mampu berbicara dengan siapapun, padahal ia dalam keadaan sehat. Di saat itulah istrinya sedang hamil. (Baca Juga: Do’a Nabi Yunus AS dalam Perut Ikan Paus)

Tak menunggu waktu lama, tanda-tanda tersebut sungguh terjadi. Nabi Zakaria meyakini bahwa inilah mukjizat dari Allah. Malaikat memberitahunya tentang kelahiran seorang anak laki-laki dari rahim istrinya, dan Allah telah memilihkan nama untuknya yaitu Yahya.

Nabi Zakaria meneteskan airmata. Ia begitu bahagia mendengar kabar tersebut dari Allah. kelak Yahya akan membenarkan kalimat Allah dan akan menjadi nabi yang mulia.

Baca Juga: Kisah Nabi Yunus di dalam Perut Ikan

Video Kisah Nabi Zakaria

https://www.youtube.com/watch?v=ShXVrSgz5pw