Mana yang Lebih Baik antara Paku atau Sekrup? Simak Ulasannya!

Pernahkah Anda merasa kebingungan dalam menentukan jenis bahan material yang tepat bagi bangunan Anda? Dari sekian banyak bahan material, penggunaan sekrup dan paku seringkali membingungkan. Jenis material ini banyak digunakan untuk proses pembuatan instalasi yang berbahan baku kayu. Secara fungsi memang sama, yakni mengikat dua bagian menjadi satu dengan cara menembusnya.

Secara praktis , mungkin Anda sudah cukup mengerti dan bisa dengan cepat menentukan mana yang akan digunakan antara paku atau sekrup. Namun, akan lebih baik jika Anda membaca deskripsi keduanya agar lebih cermat dalam mengaplikasikannya.

  1. Sekrup

Dilihat dari bentuknya, material ini berupa batang yang memiliki ulir melingkar dari ujung atas hingga ujung bawah. Sekrup difungsikan sebagai pengikat untuk menahan dua objek secara bersamaan. Sedangkan bentuk ulir pada batangnya, berfungsi untuk membentuk ikatan yang lebih kuat pada material yang akan disatukan. Namun dengan adanya ulir tersebut, sekrup membutuhkan waktu lebih lama daripada paku. Untuk menjaga kualitas ketajaman dan daya rekat sekrup, Anda harus memastikan lubang obeng yang berada di kepala sekrup. Kepala sekrup harus tetap utuh dan baik, sehingga bisa dipakai pada waktu membuka atau menutup sekrup kembali.

  1. Paku

Materia logam ini, umumnya terbuat dari baja keras yang berujung runcing. Secara fungsi, paku memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan sekrup. Paku digunakan untuk melekatkan dua bahan dengan mengaitkan keduanya. Paku umumnya ditembuskan pada bahan dengan menggunakan palu atau nail gun yang digerakkan oleh udara bertekanan.

Perbedaan yang cukup mencolok dari paku dan sekrup adalah bentuk dan ukurannya. Paku memiliki batang yang relatif panjang. Selain itu, paku memiliki guratan di bagian kepala dan sedikit ulir di leher bagian atas. Maksud tujuan dibuatnya guratan pada kepala paku adalah agar mengurangi resiko tergelincir ketika martil dipukulkan. Sedangkan ulir yang berada di leher bagian atas berfungsi untuk  menambah daya ikat paku ke dalam kayu setelah seluruh badan paku terbenam.

Positif dan negatif keduanya

Dari alokasi waktu yang dibutuhkan, paku membutuhkan waktu yang relatif cepat jika dibandingkan dengan sekrup. Dengan hanya bermodalkan kekuatan pukulan martil, dalam beberapa detik Anda bisa membenamkan paku dengan cepat. Berbeda dengan cara kerja sekrup, paku tidak perlu dibuat lubang ‘pre-drilling’ terlebih dahulu.

Namun dari kemudahan yang dimiliki paku, daya ikat yang diberikan tidak akan sekuat sekrup. Ketika terjadi penyusutan kayu, ikatan antara paku dan kayu menjadi mudah berkurang. Selain itu, kebanyakan paku jarang bisa digunakan kembali. Paku yang dicabut sampai ke akarnya, biasanya akan bengkok atau permukaan kepala paku menjadi kebih licin. Sebaliknya, sekrup bisa kembali Anda gunakan dengan cukup memutarnya ke arah yang berlawanan, tanpa perlu dicabut secara paksa.

Beberapa informasi di atas, semoga cukup membantu Anda dalam menentukan mana yang lebih baik di antara keduanya. Saran kami, Anda juga perlu mempertimbangkan harga dari masing-masing keduanya. Lihat daftar harga paku serta harga sekrup yang ada di pasaran saat ini. Estimasi harga tentu akan bermanfaat bagi Anda dalam menggunakan keduanya sesuai kebutuhan.  Jadi, bijaklah dalam menentukan material bangunan Anda!