Marcel Siahaan Masuk Islam Hatinya Lebih Tenang

Siapa sangka bahwa Marcel Siahaan sudah lima tahun memeluk Islam. Baginya, menjadi seorang mualaf adalah pilihan dari hatinya sendiri. Ia merasakan ketenangan yang luar biasa karena menjadi seorang muslim yang berserah diri.

Marcel Siahaan mengaku sangat bersyukur menjadi seorang muslim. Tahun ini merupakan tahun kelima menjalani sebagai seorang muslim sejati. Penyanyi berkulit sawo matang itu juga berbahagia karena pada Ramadan lalu mampu menjalankan ibadah puasa dengan lancar.

Memang tak ada yang tahu kapan tepatnya hidayah Allah datang kepadanya. Hanya Marcel yang tahu. Dirinya juga tak menyangka jika akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf setelah beberapa kali berpindah agama. Ia mengatakan, jika saat ini hatinya semakin tenang dan damai setelah menjadi seorang mualaf. Islam membuat Marcel semakin yakin jika agama Islam yang dianutnya merupakan bukti hidayah dari Allah SWT. Sampai detik ini, pria berusia 38 tahun ini mengaku masih terus belajar mendalami Islam.

Marcel memgisahkan, awal mula mempelajari Islam didapatkan saat ia mendalami ajaran Islam dari Syekh Muhammad Hisyam Kabbani. Menurut dia, pendalaman Islam yang didapatkannya, sangatlah bagus. Dia adalah pengajar sufi, ungkap Marcel beberapa waktu lalu.

Ajaran sufistik yang diajarkan Hisyam Kabbani memang sangat memikat dirinya. Ia menjadi mampu memahami arti dari menjadi seorang muslim yang sejati. Di sisi lain, Marcel mencoba mengharmoniskan antar umat beragama melalui jalan spiritual. Menurut dia, ajaran dari gurunya itu tidak hanya bersifat duniawi semata, namun benar-benar menekankan arti kata muslim yang sesungguhnya.

Dalam memutuskan menjadi mualaf, dalam lingkungan keluarganya tidak ada yang menentang. Keluarganya memang sudah biasa dalam perbedaan beragama. Pada tahun 2006 silam, saat dirinya masih memeluk Katolik, sang ayah memutuskan untuk menjadi mualaf.

Pengalaman berpuasa di bulan Ramadan juga menjadikan Marcel lebih bersyukur dalam menjalani kehidupan. Memang awalnya susah menjalani puasa. Namun setelah beberapa kali dijalani dengan istiqomah, Marcel pun merasa bahagia bisa sungguh-sungguh menunaikan ibadah puasa. Dia mengaku jika puasa Ramadan kemarin lancar dijalani. Marcel juga tidak menampik jika dirinya sempat tidak tahan sehari lantaran sebelumnya sempat sakit.

Bagi Marcel, berpuasa tidak hanya menahan hawa lapar dan haus semata, melainkan juga menahan hawa nafsu. Ia juga mengakui bahwa menahan lapar dan haus sebenarnya tidaklah sulit untuk dijalani. Pasalnya ia sendiri sudah terbiasa melakukannya selama empat tahunan ini, saat Marcel menjadi vegetarian.