Mengintip Aliran Japstyle Pada Motor Tiger

Daftar Pembalap Moto2 2014

Aliran Japstyle berasal dari Jepang. Gayanya yang klasik mencuri hati para pecinta otomotif. Bengkel D2XPR belum lama ini melakukan modifikasi motor tiger revo miliknya dengan konsep japstyle. Perubahan yang dilakukan memang banyak, namun ada beberapa part yang tetap dibiarkan orisinil. Selain dinilai lebih kuat dan aman juga untuk menghemat biaya yang dikeluarkan.

Modifikasi yang dilakukan meliputi velg dan ban yang menggunakan velg Sprint XD dan ban swallow type S-212. Sedangkan untuk Shock bagian depan menggunakan shock byson dan shock belakang dibiarkan tetap orisinil. Jok dibuat dari bahan fiber dengan alasan agar lebih rapat, sedangkan stangnya menggunakan stang deus agar sesuai dengan konsep yang diusung. Selain jok, beberapa organ motor juga ada yang dibuat custom. Yaitu bagian tangki, spakbor dan knalpot. Jika Anda berminat untuk memodifikasi motor Tiger juga, Anda bisa datang ke bengkel yang terletak di jl. Gusti Situt Mahmud, gang Selat Makassar, No. 108, Pontianak Utara (Siantan).

Japstyle memang aliran modifikasi yang keren, namun sebenarnya bagaimana sejarah munculnya aliran ini belum banyak yang tahu. Japstyle merupakan singkatan dari Japannesse Style. Mulai booming sejak tahun 1980 an. Namun pada saat itu tidak ada yang menamakannya Japstyle karena belum ada panduan baku tentang aliran modifikasi ini. Pada tahun 1990 an, berdiri sebuah bengkel modifikator bernama bengkel Brat yang terletak di distrik Shibuya, Jepang. Bengkel ini memodifikasi motor dengan style yang sedang tren di Eropa. Seperti flat tracker, cafe racer dan scrambler. Namun karena orang Jepang sangat menghargai budayanya dan memiliki harga diri yang tinggi, maka pemilik bengkel Brat memunculkan jenis style baru yang mengacu dari beberapa style barat sebelumnya. Sehingga muncullah istilah Brat style, yang merupakan nama aliran untuk hasil modifikasi bengkel Brat. Seiring dengan berjalannya waktu, aliran  Brat style semakin menjamur di Jepang. Banyak bengkel-bengkel modifikasi yang menggunakan aliran ini pada motor yang dimodifikasinya.

Pada tahun 2004, Franky Morri Astarianto pemuda asal Bandung yang merupakan pemilik bengkel modifikasi Yasashi Garage memperkenalkan sebuah aliran modifikasi motor yang dicontohnya dari majalah yang dibawanya dari Jepang. Bersama dengan 3 teman sesama modifikator, mereka mulai memodifikasi motor masing-masing dengan aliran ini sampai kemudian membentuk komunitas bernama street demon. Karena aliran yang digunakan berasal dari Jepang, maka aliran yang awalnya bernama Brat style diubah menjadi Japstyle.  Mulai saat itulah japstyle menjadi aliran yang diperhitungkan dalam modifikasi motor.