7 Alasan Kenapa Kamu harus Menikah di Usia Muda

Menikah Muda – Dalam buku Indahnya Menikah Dini karya Fauzil Adhim dikatakan bahwa usia pernikahan adalah ketika sudah aqil-baligh dan usia belum mencapai tiga puluh tahun. Tentu dengan alasan utama bahwa dia telah memiliki kemampuan untuk menikah.

Rosulullah Bersabda yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari

“Wahai pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu maka hendaklah menikah, karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu hendaklah berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” (HR. Bukhari)

Adapun tujuh manfaat menikah muda yang perlu diketahui adalah,

Lebih Tergaja dari Dosa

Menikah di usia muda akan memudahkan kita dalam menundukkan pandangan dan menjauhi zina, karena sejatinya manusia yang belum menikah memiliki banyak godaan hawa nafsu yang terkadang tak mampu dikendalikan dengan iman yang tipis.

“Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan keji, dan jalan buruk.” (Al Isra: 32)

Lebih Banyak Pahala

Ibarat petani yang menanam padi setahun sebelum tetangganya menanam, maka masa panen akan diperoleh petani jauh lebih cepat. Begitu juga dengan menikah muda, pahala yang didapat akan lebih banyak karena setiap genggaman tangan akan merontokkan dosa, setiap candaan dan senyum berbuah pahala. Semua hal yang dilakukan adalah pahala.

Lebih Bahagia

Pasangan muda biasanya memiliki ego dan ambisi yang jauh lebih besar, sehingga mereka akan mudah menerima kondisi satu sama lain. Menurut penelitian dari National Marriage project’s tahun 2013 menunjukkan bahwa pernikahan usia muda antara 20-28 tahun memiliki prosentase kepuasan tertinggi dalam kehidupan pernikahan. Hal ini juga dinukil dari hadits,

“Nikahilah oleh kalian gadis perawan, sebab (salah satunya) ia lebih Ridha dengan nafkah yang sedikit.”

Emosi Lebih Terkontrol

Menurut hasil studi Sosiolog Norval Glenn dan Jeremy Uecker tahun 2010 menyatakan bahwa menikah di usia muda akan memberi dampak baik pada kesehatan dan mampu mengontrol emosi. Hal ini sejalan dengan penjelasan dalam surah Ar-Rum ayat 21.

Lebih Mudah Meraih Sukses

Menikah muda mempercepat tingkat kedewasaan seseorang, baik dari segi sikap maupun pikiran, hal ini akan mempengaruhi tingkat management dalam meraih kesuksesan. Banyak kita lihat orang yang menikah muda memiliki tingkat kesuksesan yang lebih tinggi dari mereka yang menikah di atas tiga puluh tahun.

Lebih Puas dalam Bercinta

Hasil penelitian dari Studi Dana Rotz (Harvard University) tahun 2011 menunjukkan bahwa menunda menikah empat tahun akan menurunkan satu kali Jimma’ dalam sebulan. Dalam hadits Atsar Ibnu Umar mengatakan bahwa,

“Nikahilah gadis perawan sebab ia lebih subur rahimnya.”

Lebih Baik Bagi Masa Depan Anak-anak

Menikah dan memiliki anak di usia muda akan memberi pengaruh besar bagi pendidikan anak. Anda dapat mendidik dan menunjukkan secara langsung perjuangan Anda sebelum sukses, dan hal ini akan memberi pelajaran berharga bagi sang anak.

Segerakanlah menikah bagi yang sudah mampu. Mampu bukan berarti banyak materi, mampu adalah kesiapan hati. Jangan biarkan syaitan mengotori hati dan menjerumuskan kita dalam kesesatan yang nyata.

“Sesungguhnya syeitan itu adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia sebagai musuh kalian. Karena sesungguhnya syetan itu mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir : 6)

Namun jika menikah muda bukan pilihan tepat, dalam artian belum memiliki kesiapan, maka berpuasalah. Jagalah hati dengan berpuasa. Jangan sampai setan masuk dan meracuni hati dengan perbuatan maksiat seperti pacaran, apalagi melakukan perbuatan zina. Ingatlah, ketika hati telah ternoda akan cinta semu, maka di sanalah pesta setan dimulai. Mintalah pada Allah untuk menjaga hatimu, karena semua akan indah pada waktunya.