Mukjizat Nabi Bebaskan Budak

Nabi kita Muhammad Saw tak tertandingi akhlak mulianya. Tak hanya bicara, kebaikan dan sedekahnya pun tak terkira. Subhanallah, berkat kedermawanan dan mukjizatnya, seorang budak meraih kebebasannya.

Dikisahkan oleh Abdullah bin Abbas Ra, ada seorang sahabat yang istimewa, dialah Salman Al Farisi. Dalam riwayat tersebut, Salman mengisahkan perjalanan hidupnya bersama Rasulullah Saw dan kisah pembebasannya sebagai budak.

Salman berasal dari Persia dan menjadi budak di Madinah. Tapi sebelum berada di Madinah, ia sudah mendapat informasi tentang hadirnya seorang Nabi akhir zaman dengan berbagai ciri-ciri kenabiannya.

Saat yang ditunggu pun tiba. Salman mendengar kabar bahwa Nabi yang ia tunggu itu sudah ada di Quba’. Sore harinya, Salman pun diam-diam menemui Rasulullah dengan membawa perbekalan. Begitu sampai di Quba’, Salman sangat terharu bisa bertemu dengan orang yang selama ini ia kagumi.

Tak lama, Rasulullah Saw berpindah ke Madinah. Nah, saat di Madinah itulah Salman membuktikan tanda-tanda kenabian pada diri Rasulullah Saw. Begitu mendapati tanda-tanda kenabian yang ia cari, Salman pun tertelungkup dan memeluk Nabi seraya menangis.

Setelah Itu, Salman kembali menjalani hari-harinya sebagai budak. Tapi, dalam hatinya, ia ingin senantiasa menyertai nabi berdakwah dan berjihad. Tapi akibat kekejaman majikannya, ia terpaksa tidak bisa ikut berjihad bersama Nabi di Perang Badar dan Uhud.

Suatu saat, Rasulullah berseru kepada Salman, “Mintalah kepada majikanmu untuk bebas, wahai Salman!”

Ternyata syaratnya berat, Salman harus ditebus dengan menanam 300 pohon kurma dan 40 uqiyah. Kemudian Rasulullah Saw mengumpulkan para sahabat dan meminta bantuan mereka untuk membantu Salman.

Subhanallah, para sahabat pun membantunya.  Seorang sahahat ada yang memberi 30 pohon, 20 pohon, 15 pohon, dan ada yang 10 pohon. Sehingga terkumpul benar-benar 300 pohon.

Setelah itu, Rasulullah berkata kepada Salman supaya pergi dan menanamkan pohon kurma itu untuk majikannya. Jika sudah selesai, Salman diharap datang kembali menghadap Nabi dan Nabi akan meletak pohon kurma tersebut di tangannya.

Salman pun menanamnya dengan dibantu para sahabat. Setelah itu, ia menghadap Rasulullah Saw dan memberitahukan perihal itu. Kemudian Rasulullah Saw keluar bersama Salman menuju kebun yang sudah ditanami kurma-kurma itu. Subhanallah, berkat mukjizat Nabi, semua pohon itu pun tumbuh.

Terpenuhi sudah syarat 300 kurma itu.  Namun Salman masih memiliki tanggungan uang sebesar 40 uqiyah. Lantas Rasulullah Saw membawa dan memberikan emas kepada Salman Al Farisi untuk melengkapi tebusannya. Emas sebesar telur ayam itu merupakan harta hasil dari rampasan perang.

Kemudian Salman menimbang emas itu. Subhanallah, berat ukuran emas itu 40 uqiyah. Subhanallah, akhirnya Salman pun bebas dan mendampingi Rasulullah Saw dalam jihad di jalan Allah SWT.