Penyebab Anak Melakukan Pemberontakan

Pemberontakkan merupakan suatu tindakan perlawanan dari seseorang yang terjadi karena seseorang ini tidak suka dengan sesuatu hal yang sedang terjadi atau dialaminya.  Pemberontakkan yang terjadi akan menimbulkan perselisihan atau pertengkaran antara seseorang yang berontak dengan seseorang yang dilawannya. Pemberontakkan yang terjadi di tanah air pada saat masa penjajahan pada waktu itu adalah karena warga negara Indonesia merasa terjajah dan tidak suka dengan penjajahan ini sehingga akhirnya mereka melakukan berbagai pemberontakkan untuk mengusir penjajah. Dalam kehidupan sehari hari juga sering kita temui seorang anak yang sering memberontak kepada orangtuanya. Lalu apa yang membuat seorang anak ini memberontak? Ada 3 hal yang biasanya menjadi penyebab seorang anak memberontak kepada orangtuanya diantaranya adalah :

  1. Merasa Terkekang

Saat seorang anak merasa terkurung dan terkekang biasanya anak ini akan melakukan pemberontakkan. Sejatinya setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk setiap anaknya. Namun orangtua juga tidak harus memaksakan keinginnya untuk selalu diikuti dan dituruti oleh anaknya itu.

  1. Merasa Pendapatnya Tidak Dihargai

Saat seorang anak mengemukakan pendapat kepada orangtuanya namun tidak dihargai biasanya anak ini akan memberontak. Misal ketika seorang anak ini baru lulus SMA lalu ingin masuk sebuah perguruan tinggi dengan jurusan pendidikan yang disukainya. Namun kedua orangtuanya meyuruhnya mengambil jurusan pendidikan yang lain yang anak ini tidak suka.

  1. Merasa Dibandingkan

Saat anak merasa dibandingkan dengan yang lainnya tentu anak ini akan merasa tidak suka dan biasanya akan memberontak. Sebagai contoh misal seorang anak ini kepintarannya dibandingkan dengan kakak atau adiknya atau temannya atau yang lainnya tentu anak ini akan sakit hati dan tidak senang sehingga akan timbul dalam dirinya untuk melakukan perlawanan.

Itulah 3 hal yang biasanya menjadi penyebab seorang anak memberontak kepada orangtuanya. Semoga bermanfaat.