Pertimbangkan Hal ini Untuk Membeli TV LED

Teknologi televisi kini semakin baik setiap harinya, tetapi juga semakin membingungkan. Saat ini ada televisi darengan resolusi yang sangat tinggi seperti HD (high definition) dan 4K Ultra HD di toko. Mulai dengan layar besar hingga layar kelas atas yang harganya bisa setara dengan mobil.

Jika Anda terburu-buru, ini adalah beberapa hal penting yang patut dipertimbangkan sebelum Anda membeli televisi.

  • Jangan beli TV dengan resolusi kurang dari 4K, misalnya menghindari TV dengan resolusi 1080 p jika Anda ingin perangkat yang tahan masa depan
  • Untuk TV 4K dengan ukuran 50 sampai 55 inci, pastikan Anda hanya membayar sekitar Rp 6 jutaan, dan setidaknya Rp 12 juta untuk model berukuran 65 inci
  • Jangan beli TV dengan tingkat refresh kurang dari 120 Hz
  • Untuk model yang modern, cari perangkat yang kompatibel dengan HDR, teknologi tersebut menawarkan warna yang lebih nyata dan kontras yang lebih baik
  • TV OLED memiliki tampilan lebih baik dibandingkan dengan teknologi LCD LED, tetapi harganya lebih mahal
  • Abaikan spesifikasi rasio kontras, pabrik sering curang dengan angka, percayalah pada mata sendiri
  • Cari setidaknya empat port HDMI, orang yang belanja TV 4K sebaiknya bertanya mengenai kompatibilitas dengan HDCP
  • TV lengkung merupakan pernyataan gaya saja, tidak memiliki kelebihan dalam kualitas gambar
  • Kebanyakan TV yang dijual saat ini adalah TV pintar yang memiliki akses mudah ke aplikasi online. Jangan tertipu dengan berpikir bahwa ini adalah tawaran yang besar
  • Rencanankan untuk membeli soundbar karena speaker TV saat ini buruk, akibat layar yang lebih tipis
  • Hindari garansi yang diperpanjang, perusahaan kartu kredit Anda kemungkinan sudah menyediakan perlindungan pembelian

Perangkat TV LED

Sebagian besar TV yang dijual saat ini adalah LCD LED. Ini merupakan perangkat HD dan Ultra HD yang menggunakan light emitting diode (LED) untuk menerangi layar LCD yang dapat sangat tipis. Kebanyakan TV ini dapat secara dinamis menerani bagian tertentu layar dan meredupkan bagian lain untuk memberikan campuran cahaya dan wilayah gelap dalam suatu adegan. Fitur ini dikenal sebagai peredupan aktif atau peredupan lokal.

Harga TV LED tanpa embel-embel lain adalah Rp 2,7 jutaan untuk layar ukuran 32 inci. Sementara di jajaran atas, yaitu model dengan layar berukuran 90 inci dibandrol dengan harga Rp 106 jutaan.

Sebagian besar perangkat LCD menggunakan LED pada bagian tepi layar. Model yang semakin baik mendukung peredupan aktif, tetapi membutuhkan sejumlah sihir digital untuk melakukannya dengan hanya mengakali cahaya sepanjang tepi.

Perangkat TV LED full-array memiliki dioda yang memancarkan sinar langsung di belakang layar, pada suatu kisi-kisi dari zona yang dapat dinyalakan dan digelapkan secara individu. Susunan semacam itu dapat membuat sinar latar makin akurat dan memungkinakan gambar yang lebih detil dengan  sehubungan dengan kontras. Penyinaran latar full-array sempat menjadi model jajaran atas. Tetapi dengan adanya lebih banyak perangkat Ultra HD yang muncul dengan harga rendah, fitur ini menjadi semakin umum pada perangkat dengan harga yang rendah.

Teknologi LCD lainnya disebut dot kuantum yang menjadi semakin umum. Hal ini didorong oleh kebutuhan HDR untuk memproduksi serangkaian warna yang lebih luas dan lebih terang. Suatu LCD yang menggunakan dot kuantum biasanya memiliki lapisan lalin atau rel yang ditambahkan dari dot nano kristal dengan ukuran berbeda yang menyala ketika lampu latar LED menyala. Hasilnya adalah spektrum warna yang lebih luas dan peningkatan kecerahan.

Hati-hati karena beberapa brand menggunakan label yang membingungkan. Perangkat Samsung yang terkini diberi nama QLED, tetapi ini adalah TV LCD dengan dot kuantum, jadi jangan keliru dengan TV OLED ya.

Saat ini banyak distributor jual TV murah di mal, baik dengan skema gabung penjualan seperti di toko modern atau membuka unit penjualan sendiri.